Warga Anchorage Bersiap Hadapi Letusan Gunung Spurr

  • 11 Apr 2025 17:12 WIB
  •  Ende

KBRN, Ende: Kekhawatiran melanda warga Anchorage, Alaska, setelah para ilmuwan memperingatkan kemungkinan letusan Gunung Spurr yang bisa terjadi dalam beberapa minggu ke depan. Gunung berapi setinggi 11.000 kaki itu hanya berjarak 130 kilometer dari pusat kota terbesar di negara bagian tersebut, yang dihuni hampir 300 ribu jiwa.

Sumber Dailymail memberitakan, Jumat, (11/4/2025) menurut ilmuwan utama dari Alaska Volcano Observatory (AVO), Matt Haney, letusan Gunung Spurr diperkirakan bersifat eksplosif dengan semburan abu yang dapat mencapai ketinggian 15 kilometer ke udara. Setiap fase letusan dapat berlangsung antara tiga hingga empat jam dan berpotensi menyelimuti Anchorage serta wilayah sekitarnya dengan awan abu vulkanik.

Dampak abu vulkanik terhadap kesehatan tidak bisa dianggap remeh. Jaringan Kesehatan Bahaya Vulkanik Internasional (IVHHN) menyebutkan bahwa abu dapat mengiritasi mata, hidung, dan tenggorokan, serta membahayakan pengidap asma, penyakit paru-paru, dan jantung kronis.

Merespons ancaman ini, warga mulai menimbun masker N95, sarung tangan, kacamata pelindung, dan air bersih, bahkan perlindungan khusus untuk hewan peliharaan mereka. Video viral dari pengguna TikTok Angela Łot'oydaatlno Gonzalez menunjukkan persiapan ekstremnya bersama dua anjing peliharaan yang juga mengenakan kacamata pelindung.

Ia mengatakan, perlindungan telinga dan baju pelindung untuk anjingnya akan menjadi belanja berikutnya. Hal serupa juga dilakukan warga lainnya, seperti Alliana Salanguit dan Jesslin Wooliver, yang membelikan kacamata berbentuk hati untuk anjing mereka, Iroh.

Seiring meningkatnya aktivitas seismik sejak April 2024, Pemerintah Anchorage menaikkan status kesiapsiagaan ke Level 2 pada 20 Maret lalu. Ini berarti komunikasi publik ditingkatkan, dan protokol tanggap darurat mulai diberlakukan.

Warga diminta menyiapkan makanan dan obat untuk hewan peliharaan selama dua minggu, serta menjaga hewan tetap di dalam rumah jika letusan terjadi. AVO mencatat peningkatan gempa vulkanik dangkal dan aktivitas seismik di sekitar kawah.

Bahkan, pada 2 April lalu, terjadi gempa bermagnitudo 3,7 di wilayah Petersville yang berjarak 48 km dari gunung tersebut. Dengan kondisi ini, semua mata kini tertuju pada langit Alaska, menanti apakah gunung yang sempat meletus hebat pada 1992 itu akan kembali mengamuk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....