TikTok Amerika Terancam Diblokir, Pelaku UMKM Cemas
- 18 Jan 2025 12:07 WIB
- Ende
KBRN, Ende: Ribuan pelaku usaha kecil dan pembuat konten menghadapi ketidakpastian jika TikTok resmi dilarang di Amerika Serikat akhir pekan ini. Mahkamah Agung menolak menghentikan undang-undang yang mengharuskan aplikasi ini dijual oleh perusahaan induknya yang berbasis di Tiongkok, ByteDance, demi alasan keamanan nasional. Larangan ini, jika diberlakukan, dapat menghapus akses jutaan pengguna terhadap platform yang menjadi sumber utama pendapatan banyak usaha kecil.
Jessica Simon, pendiri Mississippi Candle Company kepada surat kabar CbsNews jumad (17/1/2025), mengungkapkan kekhawatirannya terhadap potensi penurunan penjualan. MoneyWatch. TikTok tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga memungkinkan Simon membangun gudang seluas 2.100 kaki persegi dan merekrut karyawan.
“Sebanyak 90% hingga 98% penjualan kami berasal dari TikTok. Kami tidak akan bisa menggantikan pendapatan itu di platform lain” ujarnya kepada CBS dengan nada sedih.
Di sisi lain, Jeffrey Fisher, pengacara pembuat konten TikTok, meminta Presiden Biden untuk menunda penerapan undang-undang tersebut, dengan alasan pembatasan kebebasan berbicara dan dampak ekonomi yang luas. Dilain pihak Menteri Kehakiman Merrick Garland menyatakan dukungannya terhadap keputusan Mahkamah Agung.
“Keputusan ini memungkinkan pemerintah melindungi keamanan nasional dari potensi ancaman Tiongkok melalui TikTok,” ujar Garland.
Dengan 170 juta pengguna aktif bulanan, TikTok menjadi tulang punggung pendapatan jutaan pelaku usaha. Analis dari Morgan Stanley memperkirakan, platform seperti Facebook, Instagram, dan YouTube dapat mengambil alih pasar jika TikTok ditutup. Namun, menurut pakar hukum Edward Klaris, tidak ada platform lain yang mampu menyamai efektivitas TikTok dalam menghasilkan pendapatan untuk bisnis kecil dan pembuat konten.
Jessica Rauchberg, pakar teknologi komunikasi dari Seton Hall University, menyatakan keprihatinannya terhadap kelompok kreator yang terpinggirkan. “TikTok adalah tempat yang memungkinkan banyak kreator, termasuk yang memiliki disabilitas, mendapatkan penghasilan. Kehilangan platform ini akan sangat merugikan mereka,” jelas Rauchberg. Ia juga menambahkan bahwa TikTok menjadi alat pemasaran utama bagi UMKM untuk menjangkau pelanggan, terutama generasi muda.
Potensi penutupan TikTok menciptakan gelombang ketidakpastian bagi bisnis dan pengguna. TikTok telah menjadi sarana yang unik bagi konsumen untuk menemukan produk lokal atau kreatif yang tidak tersedia di ritel besar seperti Walmart. Jika TikTok menghilang, pelaku usaha kecil harus mencari cara baru untuk menjangkau audiens mereka, meskipun upaya itu mungkin memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....