Cegah PMK, Kementan Siap Distribusikan 4 Juta Dosis Vaksin ke 25 Provinsi
- 14 Jan 2025 20:25 WIB
- Ende
KBRN, Ende : Kementerian Pertanian (Kementan) menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesehatan hewan di Indonesia dengan langkah-langkah konkret menanggulangi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Pada Desember 2024, Ditjen PKH Kementan mengalokasikan anggaran untuk pengadaan vaksin PMK buatan lokal yang diproduksi Balai Besar Veteriner Farma (Pusvetma). Pusvetma, laboratorium rujukan nasional, menjadi produsen utama vaksin ini sejak didirikan pada tahun 1952 dengan misi awal mendukung pembebasan Indonesia dari PMK sebelum 1990.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menjelaskan bahwa pada Desember 2024, sebanyak 51.200 dosis vaksin hibah telah disalurkan ke delapan provinsi, disertai 65.000 dosis vaksinasi mandiri. Tahun 2025, Kementan menyiapkan 4 juta dosis vaksin yang akan didistribusikan secara bertahap ke 25 provinsi yang melaporkan kasus PMK. Langkah ini diharapkan mampu mengendalikan penyebaran penyakit pada ternak.
Distribusi vaksin dilakukan secara bertahap, dengan 124.225 dosis telah dikirim ke tujuh provinsi dan unit perbibitan. Jawa Barat menerima 20.000 dosis, Jawa Tengah 40.000 dosis, Sumatera Barat dan Sumatera Selatan masing-masing 20.000 dan 10.000 dosis, serta Sulawesi Barat, Bali, dan Bangka Belitung mendapatkan jatah serupa. Target distribusi mencakup 400.000 dosis pada Januari, 1,2 juta dosis pada Februari, dan 400.000 dosis lainnya pada Maret, dengan sisa 2 juta dosis untuk periode vaksinasi kedua di Juli-September 2025.
Kepala Pusvetma, Edy Budi Susila, menegaskan kesiapan pihaknya memenuhi kebutuhan dalam negeri. Menurut Edy, kualitas vaksin dijamin sesuai standar nasional, aman, dan memiliki efikasi tinggi. Pendistribusian yang tepat waktu diharapkan dapat segera menekan angka kasus PMK di berbagai daerah.
“Pusvetma siap memenuhi kebutuhan dalam negeri dan menjamin kualitas vaksin telah sesuai dengan standar nasional sehingga dijamin aman dan memiliki efikasi sebagaimana yang dipersyaratkan,” kata Edy.
Melalui upaya ini, Kementan berharap tidak hanya melindungi kesehatan hewan ternak, tetapi juga meningkatkan produktivitas peternakan nasional dan menjaga ketahanan pangan. Penerapan vaksinasi secara luas akan menjadi langkah penting dalam mencapai tujuan ini.