Sistem Evaluasi Belajar Siswa akan Berubah pada 2025

  • 02 Jan 2025 19:11 WIB
  •  Ende

KBRN, Ende : Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menyelesaikan kajian terkait pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Meskipun kajian tersebut sudah rampung, pengumuman resmi mengenai pelaksanaan dan nama ujian baru akan disampaikan sebelum dimulainya tahun ajaran 2025/2026. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, meminta masyarakat untuk bersabar menunggu informasi lebih lanjut.

Dalam Taklimat Media Akhir Tahun 2024 yang digelar pada Selasa (31/12/2024), Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa Ujian Nasional hanyalah salah satu bentuk sistem evaluasi belajar siswa yang pernah diterapkan di Indonesia. Ia menyebutkan berbagai sistem evaluasi yang telah digunakan sebelumnya, seperti Ujian Penghabisan, Ujian Sekolah, Evaluasi Belajar Tahap Akhir (EBTA), Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (EBTANAS), hingga Asesmen Nasional (AN).

“Dari ujian penghabisan yang menjadi penentu kelulusan, ujian sekolah, Evaluasi Belajar Tahap Akhir (EBTA), Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (EBTANAS), hingga kini Asesmen Nasional (AN). Memang itu menjadi bagian dari sejarah kita,” kata Abdul Mu’ti.

Menteri Mu’ti menekankan bahwa Asesmen Nasional (AN) saat ini hanya digunakan sebagai sampling dan tidak menjadi penentu kelulusan siswa. Namun, sistem ini mendapat berbagai kritik karena dianggap kurang memadai sebagai alat evaluasi akhir, termasuk dari Tim Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi yang menyatakan ketidakpuasan terhadap efektivitas AN.

Melihat tantangan tersebut, Kemendikdasmen telah melakukan kajian mendalam terhadap seluruh pengalaman dan kekhawatiran yang ada. Abdul Mu’ti menegaskan komitmen pemerintah untuk menciptakan sistem evaluasi baru yang berbeda dan lebih relevan dengan kebutuhan pendidikan di Indonesia.

Sistem evaluasi baru ini diharapkan mampu memberikan gambaran lebih akurat tentang perkembangan belajar siswa. Dengan demikian, pemerintah optimis bahwa sistem tersebut akan menjadi solusi yang sesuai dengan kebutuhan dunia pendidikan yang terus berkembang.

Sumber : InfoPublik

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....