Burung Hasil Sitaan Dilepasliarkan di Hutan Nggorang Bowosie
- 21 Agt 2025 20:58 WIB
- Ende
KBRN, Manggarai Barat: Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Labuan Bajo melepas ribuan ekor burung jenis Pleci (Zosterops) dan Anis (Zoothera) di kawasan Hutan Lindung Nggorang Bowosie, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa (19/8/2025) sore.
Menurut Balai Besar KSDA NTT, Adhi Nurul Hadi, mengatakan, burung Pleci termasuk satwa yang dilindungi sesuai Permen LHK Nomor P.106 Tahun 2018, sedangkan Anis Kembang meski belum masuk daftar satwa dilindungi, berstatus genting (Endangered) karena populasinya di alam liar semakin terancam.
Ia menyebut, pelepasliaran ini bertujuan untuk mengembalikan satwa ke habitat aslinya, menjaga keseimbangan ekosistem, serta menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.
“Setiap individu satwa yang berhasil diselamatkan berkontribusi besar dalam menjaga keberlangsungan ekosistem. Kami berharap masyarakat semakin sadar untuk tidak memperdagangkan satwa liar secara ilegal,” ujarnya dalam keterangan, Rabu (20/8/2025).
Adapun burung-burung tersebut sebelumnya berhasil digagalkan penyelundupannya oleh Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Labuan Bajo pada Sabtu (16/8/2025) di Pelabuhan Pelindo Multipurpose Kelas III Labuan Bajo.
Kepala Resor BKSDA Labuan Bajo, Sahudi, saat memimpin proses pelesapan mengatakan, bahwa pelepasan ini menjadi yang pertama pada tahun 2025, dengan harapan burung yang lepas dapat hidup bebas di alamnya.
“Satwa liar sebaik-baiknya hidup di alam bebas. Sehebat apa pun kita memeliharanya, tetap saja mereka terkurung,” kata Sahudin.
Pelepasan ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi masyarakat, untuk tidak terlibat dalam aktivitas perdagangan satwa dilindungi. BKSDA berharap, dukungan dari semua pihak agar satwa liar dapat tetap hidup di habitat alaminya, dan memberikan manfaat ekologis bagi keseimbangan alam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....