Komunitas Independent Crew Ajak Anak Muda Bangun Persahabatan Sehat
- 30 Jul 2026 10:39 WIB
- Ende
Poin Utama
- Independent Crew merupakan komunitas persahabatan yang telah bertahan hampir 21 tahun sejak masa SMA.
- Komunitas beranggotakan sekitar 10 orang dengan latar belakang profesi yang beragam, mulai dari ASN, pegawai Kejaksaan, hingga karyawan BUMN.
- Kunci persahabatan mereka adalah komunikasi yang sederhana, saling menerima karakter, dan tidak menuntut intensitas pertemuan.
RRI.CO.ID, Ende – Program Pro 2 RRI Ende menghadirkan perbincangan bersama tiga perwakilan komunitas Independent Crew, yakni Erin, Estito, dan Hardi. Dalam dialog tersebut, mereka berbagi kisah tentang persahabatan yang telah terjalin selama hampir 21 tahun serta pentingnya menjaga kebersamaan di tengah perbedaan profesi dan kesibukan masing-masing.
Komunitas Independent Crew berawal dari grup WhatsApp yang dibentuk sebagai wadah silaturahmi teman-teman semasa SMA. Nama komunitas semula direncanakan Wanita Independen, namun kemudian diubah menjadi Independent Crew karena salah satu anggotanya merupakan laki-laki.
Bagi mereka, kata independent mencerminkan kebebasan menjadi diri sendiri tanpa tekanan sekaligus menghadirkan ruang pertemanan yang nyaman. Saat ini, komunitas tersebut beranggotakan sekitar 10 orang dengan latar belakang profesi yang beragam.
Erin mengatakan hubungan persahabatan mereka telah terjalin sejak duduk di bangku SMA pada 2005. Meski sebagian anggota kini tinggal di daerah berbeda, komunikasi tetap terjaga melalui grup percakapan.
"Kami tidak pernah menuntut harus bertemu setiap saat. Walaupun berjauhan, komunikasi sederhana di grup sudah cukup menjaga rasa memiliki satu sama lain," ujar Erin.
Hardi menambahkan kedekatan mereka terbangun karena saling memahami karakter masing-masing anggota. Perbedaan pendapat maupun kebiasaan dianggap sebagai bagian dari dinamika yang justru mempererat hubungan.
"Kalau ada yang terlambat atau berbeda pendapat, kami tidak membesarkan masalah. Justru hal-hal kecil itu sering menjadi bahan bercanda yang membuat hubungan kami semakin erat," kata Hardi.
Dalam perbincangan tersebut, ketiganya juga membagikan kisah unik mengenai karakter para anggota komunitas. Noni dijuluki Queen of Telat, sementara Hardi disebut mulai mengikuti kebiasaan tersebut. Estito dikenal sebagai pribadi yang pendiam dan lebih banyak mengamati situasi, sedangkan Erin kerap menjadi penggerak saat komunitas merencanakan berbagai kegiatan bersama.
Menurut mereka, persahabatan tidak hanya hadir dalam suasana bahagia, tetapi juga menjadi tempat saling menguatkan ketika menghadapi masa sulit. Seluruh anggota selalu berusaha hadir memberikan dukungan saat ada sahabat yang berduka maupun membantu ketika salah seorang anggota melangsungkan pernikahan.
Di akhir perbincangan, ketiga narasumber mengajak generasi muda membangun persahabatan yang sehat dengan mengedepankan kejujuran, mengurangi ego, dan menerima sahabat apa adanya.
Mereka meyakini hubungan yang bertahan lama tidak ditentukan oleh seberapa sering bertemu, melainkan oleh rasa saling percaya, komunikasi yang tulus, serta kesediaan untuk saling mendukung dalam setiap fase kehidupan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....