Kreativitas Digital Buka Peluang Penghasilan Bagi Generasi Muda Indonesia
- 27 Jul 2026 14:28 WIB
- Ende
Poin Utama
- Munisa Wafda Alzahra mulai menjadi content creator sejak 2017 saat masih duduk di bangku SMP.
- Fokus kontennya adalah fesyen, terutama OOTD dan inspirasi mix and match pakaian.
- Metode ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) menjadi strategi menemukan ide konten yang relevan.
- Peluang pendapatan diperoleh melalui endorsement dan profesi sebagai live streaming host.
- Munisa mengajak generasi muda memulai berkarya dengan peralatan sederhana dan tetap konsisten menghasilkan konten yang bermanfaat.
RRI.CO.ID, Ende - Program Muda Kreatif Pro 2 RRI Ende, Minggu 21 Juni 2026 menghadirkan Munisa Wafda Alzahra, mahasiswi Program Studi Public Relations Universitas Dian Nusantara yang juga berprofesi sebagai content creator dan live streaming host di Kemayoran, Jakarta Pusat. Dalam dialog bertema "Mengubah Kreativitas Menjadi Sumber Penghasilan", Munisa berbagi pengalaman membangun personal branding hingga memperoleh peluang ekonomi dari dunia digital.
Munisa mengawali perjalanan sebagai kreator konten sejak masih duduk di bangku sekolah menengah pertama pada 2017. Berawal dari unggahan aktivitas sehari-hari dan ulasan produk sederhana di media sosial, ia kemudian menemukan ketertarikan pada konten bertema fesyen, khususnya inspirasi Outfit of the Day (OOTD) dan padu padan busana yang mendapat respons positif dari para pengikutnya.
Menurut Munisa, konsistensi menjadi faktor utama dalam membangun kepercayaan audiens di media sosial. "Saya memulai dari konten yang sangat sederhana. Yang penting berani mengunggah karya terlebih dahulu, karena dari situ kita bisa belajar memahami apa yang disukai audiens," ujarnya.
Untuk mengembangkan ide, Munisa menerapkan metode Amati, Tiru, Modifikasi (ATM) dengan mempelajari tren yang sedang berkembang di berbagai platform digital. "Kita boleh mengambil inspirasi dari konten yang sedang populer, tetapi harus dimodifikasi agar sesuai dengan karakter diri sendiri dan tetap memiliki ciri khas," katanya.
Munisa juga membagikan sejumlah strategi bagi pemula yang masih memiliki sedikit pengikut. Ia menyarankan kreator mencoba berbagai jenis konten terlebih dahulu, kemudian memanfaatkan fitur analisis atau insight media sosial untuk mengetahui konten yang paling diminati. Selain itu, interaksi dengan audiens perlu terus dibangun agar tercipta komunikasi yang aktif dan komunitas pengikut berkembang secara organik.
Di era ekonomi digital, Munisa menilai peluang memperoleh penghasilan dari media sosial semakin terbuka. Selain menerima kerja sama promosi atau endorsement dari berbagai pelaku usaha, ia juga menjalani profesi sebagai live streaming host yang menjadi salah satu sumber pendapatan. Namun, ia mengakui tantangan terbesar adalah ketika konsep konten yang telah dipersiapkan dengan matang belum memperoleh jumlah penonton sesuai harapan sehingga perlu diperkenalkan secara bertahap.
Menutup perbincangan, Munisa mengajak generasi muda untuk tidak menunggu memiliki peralatan yang mahal sebelum mulai berkarya. Ia menekankan bahwa kreativitas, konsistensi, serta kemampuan menghadirkan konten yang edukatif dan bermanfaat merupakan modal utama untuk membangun personal branding sekaligus membuka peluang penghasilan di dunia digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....