Biaya Mendaki Everest Bisa Tembus Rp1,2 Miliar, Ini Penyebabnya

  • 27 Jul 2026 14:32 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Jakarta – Mendaki Gunung Everest membutuhkan biaya sangat besar sebelum pendaki menginjak jalur pendakian. Biaya ekspedisi bahkan diperkirakan mencapai Rp1,2 miliar untuk satu pendakian menuju puncak.

Besarnya biaya tersebut diungkapkan pendaki gunung saat membahas tantangan menaklukkan 14 puncak tertinggi dunia. Nilai itu belum termasuk biaya mendaki gunung lain sebagai syarat sebelum menuju Everest.

Pendaki sekaligus kreator konten, Furki Sahroni menjelaskan calon peserta tidak dapat langsung mengikuti ekspedisi Everest. Mereka harus memiliki rekam jejak pendakian pada gunung berketinggian 7.000 hingga 8.000 meter.

Riwayat pendakian menjadi syarat penting yang diperiksa penyelenggara ekspedisi. Langkah itu dilakukan untuk memastikan kemampuan setiap peserta menghadapi medan ekstrem.

"Tour operator atau guide enggak akan bawa klien yang enggak mumpuni," ujar Furki dalam podcast raditya Dika, Rabu, 22 Juli 2026.

Ia memperkirakan biaya ekspedisi Everest saja mencapai sekitar Rp1,2 miliar. Angka tersebut belum menghitung pendakian lain sebagai syarat administratif maupun teknis.

Furki juga menjelaskan biaya terbesar bukan hanya berasal dari izin pendakian. Pengeluaran membengkak karena kebutuhan logistik selama satu hingga dua bulan di pegunungan.

Selain logistik, peserta harus membayar jasa pemandu profesional selama ekspedisi berlangsung. Porter pengangkut perlengkapan juga menjadi komponen penting yang memengaruhi besarnya biaya.

Menurut Furki, permit pendakian Everest hanya menjadi satu bagian dari keseluruhan anggaran. Biaya lain justru berasal dari layanan pendukung selama ekspedisi di Himalaya.

Persiapan menuju Everest juga memerlukan waktu bertahun-tahun bagi pendaki biasa. Tubuh membutuhkan masa pemulihan setelah menyelesaikan setiap ekspedisi berketinggian ekstrem.

Furki memperkirakan proses menuju Everest dapat berlangsung sekitar tiga tahun. Perhitungan tersebut berlaku apabila biaya bukan menjadi kendala utama.

Besarnya anggaran menunjukkan Everest bukan sekadar tujuan wisata pendakian biasa. Pendaki harus menyiapkan kemampuan, pengalaman, waktu, dan dana dalam jumlah sangat besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....