Ulfa Buktikan Puisi Menjadi Ruang Pulihkan Anak Muda
- 29 Jun 2026 10:00 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Menulis puisi bukan sekadar menghasilkan karya sastra bagi Ulfa Nurfauziah. Penulis buku Mungkin Aku Yang Lemah itu menjadikan tulisannya sebagai ruang bagi anak muda untuk menyuarakan perasaan, menghadapi tekanan hidup, sekaligus menemukan harapan di tengah berbagai persoalan yang mereka alami.
Dalam program Muda Kreatif RRI Ende, Jumat, 26 Juni 2026, Ulfa mengatakan buku yang ia tulis lahir bukan untuk mengejar penjualan, melainkan menjadi representasi keresahan yang banyak dirasakan generasi muda. Menurutnya, banyak orang mengalami luka, kegagalan, maupun tekanan mental, tetapi kesulitan mengungkapkannya secara langsung.
Perempuan yang telah menerbitkan dua buku antologi puisi itu menjelaskan perjalanan menulisnya dimulai sejak duduk di bangku sekolah dasar. Buku pertamanya, Sejuta Luka Hatiku, diterbitkan pada 2021 setelah mengumpulkan karya selama sekitar dua tahun. Sementara buku keduanya, Mungkin Aku Yang Lemah, selesai dalam waktu enam bulan dengan tema yang lebih dekat pada dinamika kehidupan anak muda.
Menurut Ulfa, puisi dipilih karena mampu menyampaikan emosi secara ringkas, tetapi tetap menyimpan makna yang mendalam. Ia mengangkat isu percintaan, kesehatan mental, perjuangan meraih mimpi, hingga realitas generasi sandwich yang harus mengorbankan keinginan pribadi demi keluarga. "Saya ingin pembaca merasa bahwa mereka tidak sedang menghadapi semuanya sendirian," ujarnya.
Respons positif pembaca menjadi dorongan terbesar baginya untuk terus berkarya. Banyak puisi yang diunggah melalui media sosial, khususnya TikTok, dibagikan kembali, dimusikalisasikan, bahkan ditulis ulang oleh pembaca karena dianggap mewakili pengalaman pribadi mereka. Hal itu memperkuat keyakinannya bahwa karya sastra dapat menjadi media saling menguatkan di tengah tantangan kehidupan.
Meski buku-bukunya juga dipasarkan melalui berbagai platform e-commerce, Ulfa menegaskan penjualan bukan tujuan utama. Ia tetap membagikan sebagian isi puisinya secara gratis melalui media sosial agar pesan yang ingin disampaikan dapat menjangkau lebih banyak orang.
Saat ini Ulfa tengah menyiapkan buku ketiganya di tengah kesibukan bekerja. Ia berharap semakin banyak anak muda berani mengekspresikan perasaan melalui karya, baik menulis, melukis, bermusik, maupun bentuk kreativitas lainnya. Menurutnya, kegagalan bukan akhir perjalanan, melainkan bagian dari proses untuk bertumbuh dan menemukan jalan menuju impian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....