Relawan Literasi Ende Siap Menjangkau Pelosok Daerah
- 04 Jun 2026 16:00 WIB
- Ende
Poin Utama
- Iin Herlina Dewi Syahrial terpilih sebagai Relawan Literasi Masyarakat Kabupaten Ende tahun 2026.
- Ia menjadi satu-satunya perwakilan Kabupaten Ende yang lolos seleksi nasional Perpusnas RI.
- Program Relima berlangsung hingga Oktober 2026 dengan tiga tugas utama.
- Tugas meliputi pendataan TBM dan perpustakaan desa, pelaksanaan kegiatan literasi, serta advokasi pemerintah daerah.
- Relawan ditargetkan melaksanakan minimal enam kegiatan literasi setiap bulan.
- Tantangan utama berada pada keterbatasan operasional dan akses menuju wilayah pelosok.
- Iin menargetkan seluruh indikator kinerja tercapai demi menjaga nama baik Ende di tingkat nasional.
RRI.CO.ID, Ende - Semangat literasi kembali mengemuka melalui diskusi bertajuk "Menyalakan Cahaya Literasi di Bumi Pancasila" di Pro Dua RRI Ende, Jumat 22 Mei 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan Iin Herlina Dewi Syahrial, pendiri Rumah Baca Mustika sekaligus Relawan Literasi Masyarakat Kabupaten Ende tahun 2026.
Perempuan yang akrab disapa Iin itu terpilih melalui proses seleksi nasional yang berlangsung ketat. Program rekrutmen terbuka Perpustakaan Nasional RI menjaring relawan dari berbagai daerah dan menetapkan tiga ratus enam puluh peserta.
Dari delapan belas relawan yang lolos di Nusa Tenggara Timur, Iin menjadi wakil tunggal Kabupaten Ende. "Saya akhirnya mendaftar agar kesempatan belajar berskala nasional ini tidak hilang begitu saja," ujarnya. Keputusan tersebut diambil setelah tidak ada relawan muda yang mendaftarkan diri hingga penutupan seleksi.
Sebagai Relawan Literasi Masyarakat, ia mengemban tugas mendata perpustakaan desa serta taman bacaan masyarakat di wilayah. Selain itu, ia wajib melaksanakan sedikitnya enam kegiatan literasi bulanan dan membangun sinergi bersama pemerintah.
Tugas tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan, terutama menjangkau desa terpencil dengan akses transportasi yang terbatas. Honor yang diterima hanya setara penyuluh lapangan sehingga sebagian besar digunakan untuk biaya perjalanan kegiatan.
"Kalau sudah maju, tidak usah mundur lagi, maju terus," kata Iin saat menjelaskan prinsip hidupnya. Semangat tersebut menjadi bekal menjalankan seluruh agenda literasi secara mandiri hingga akhir masa kontrak Oktober.
Menurutnya, banyak anak muda Ende memiliki kepedulian sosial yang tinggi namun belum menemukan ruang pengembangan sesuai. Melalui program Relima, ia berharap seluruh target kerja tercapai dengan indikator hijau sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Ende.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....