Mengapa Penggemar Rela Antre Demi Bertemu Idolanya?

  • 31 Agt 2026 08:43 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Antrean panjang dalam konser dan fan meeting menunjukkan hubungan penggemar dengan idola kini berkembang melampaui sekadar menikmati karya. Bagi anak muda, pengalaman tersebut juga menjadi ruang membangun koneksi emosional dan memperluas pergaulan melalui komunitas penggemar.

Fenomena ini berkaitan dengan parasocial relationship, yakni hubungan psikologis satu arah ketika seseorang merasa dekat dengan figur publik yang diikutinya. Konsep tersebut diperkenalkan Donald Horton dan Richard Wohl pada 1956, ketika media massa menjadi sarana utama masyarakat mengenal selebritas.

Perkembangan media sosial membuat kedekatan semacam itu semakin mudah terbentuk karena penggemar dapat mengikuti aktivitas idolanya secara rutin. Konten pribadi, wawancara, siaran langsung, hingga unggahan harian membuat figur publik terasa lebih dekat, meskipun hubungan tersebut tetap bersifat tidak langsung.

Ketika kesempatan bertemu secara langsung tersedia, pengalaman itu menjadi bentuk interaksi yang berbeda dari sekadar melihat idola melalui layar. Antrean panjang kemudian tidak hanya dipandang sebagai aktivitas menunggu, tetapi bagian dari pengalaman yang ingin dikenang penggemar.

Konser dan fan meeting juga mempertemukan orang-orang dengan ketertarikan serupa sehingga menciptakan ruang sosial bagi penggemar. Mereka dapat bertukar cerita, mengenakan atribut fandom, berbagi pengalaman, bahkan membangun pertemanan baru melalui komunitas yang terbentuk.

Penelitian mengenai hubungan parasosial dan aktivitas kolektif menunjukkan bahwa keterlibatan penggemar dapat memiliki dimensi sosial dan emosional. Bagi anak muda, komunitas fandom dapat menjadi ruang memperoleh rasa memiliki, terutama ketika mereka menemukan lingkungan yang memiliki minat dan pengalaman serupa.

Meski demikian, antusiasme terhadap idola perlu disertai kesadaran mengenai kesehatan, keamanan, serta kemampuan finansial. Penggemar perlu menetapkan batas pengeluaran, menjaga kondisi fisik saat mengikuti antrean panjang, dan memastikan aktivitas fandom tidak mengganggu pendidikan, pekerjaan, maupun kehidupan sosial.

Karena itu, kecintaan terhadap idola dapat menjadi pengalaman positif ketika dilakukan secara seimbang dan bertanggung jawab. Antrean panjang pada akhirnya bukan semata-mata tentang bertemu selebritas, tetapi juga memperlihatkan bagaimana budaya penggemar menciptakan koneksi, identitas, dan komunitas di kalangan anak muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....