SM Entertainment Perkuat Ekspansi Pasar Tiongkok

  • 28 Agt 2026 13:22 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Jakarta – SM Entertainment memperkuat ekspansi ke pasar Tiongkok melalui pembentukan usaha patungan bersama Tencent Music Entertainment. Langkah ini membuka kembali peluang industri K-pop memperluas aktivitas di Tiongkok, di tengah harapan pelonggaran pembatasan budaya Korea.

Usaha patungan bernama STE Entertainment berbasis di Beijing dan akan mengembangkan serta mengelola artis yang menyasar pasar Tiongkok. Perusahaan juga menargetkan pembentukan grup idola Tiongkok baru dalam dua hingga tiga tahun mendatang, sekaligus mengelola aktivitas artis SM berkewarganegaraan Tiongkok.

Dilansir dari Korea Herald yang diterbitkan Kamis, 27 Agustus 2026 pukul 15.03.12, STE merupakan tindak lanjut nota kesepahaman SM Entertainment dan Tencent Music Entertainment pada Mei lalu. Kerja sama ini dinilai menjadi bagian dari strategi perusahaan Korea Selatan membangun kembali pijakan bisnis hiburan di pasar Tiongkok.

STE juga akan menangani aktivitas Renjun dari NCT Dream serta Xiaojun dan Yangyang dari WayV di Tiongkok. Zhou Mi, anggota Super Junior-M asal Tiongkok yang pernah menjadi direktur anak perusahaan SM di negara tersebut, dipercaya memimpin perusahaan sebagai kepala eksekutif.

Ekspansi ini berlangsung setelah industri hiburan Korea menghadapi pembatasan promosi di Tiongkok selama bertahun-tahun akibat ketegangan hubungan kedua negara. Pembatasan informal tersebut muncul setelah keputusan Korea Selatan memasang sistem pertahanan rudal THAAD pada 2017 dan berdampak pada aktivitas artis Korea di daratan Tiongkok.

SM bukan satu-satunya perusahaan yang kembali memperkuat bisnisnya di pasar Tiongkok. JYP China bersama Tencent Music Entertainment dan CJ ENM sebelumnya membentuk Onecead, yang mengelola boy group Tiongkok Modyssey serta menyiapkan ekspansi ke produksi musik, konser, dan merchandise.

Peluang pemulihan pasar semakin terbuka setelah pembahasan pertukaran budaya antara Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Namun, belum terdapat pengumuman resmi mengenai pencabutan pembatasan Hallyu secara menyeluruh, sehingga ekspansi perusahaan masih menghadapi ketidakpastian.

Kehadiran kembali perusahaan hiburan Korea berpotensi memperluas pilihan konten dan pertunjukan bagi penggemar K-pop di Tiongkok. Bagi industri Korea, langkah ini sekaligus menjadi upaya membuka sumber pertumbuhan baru melalui musik, konser, merchandise, serta pengembangan talenta lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....