Gugat Netflix Soal Hak Cipta, Band Demon Hunter Tuntut Ganti Rugi

  • 22 Agt 2026 18:12 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Amerika Serikat – Grup musik metal asal Amerika Serikat, Demon Hunter, resmi melayangkan gugatan hukum terhadap raksasa hiburan Netflix atas tuduhan pelanggaran hak merek dagang film KPop Demon Hunters. Gugatan yang diajukan ke pengadilan federal tersebut mengklaim bahwa kepopuleran film animasi pemenang Oscar itu telah mengikis identitas serta reputasi merek yang telah mereka bangun sejak tahun 2000.

"Ukuran dan kekuatan pihak tergugat yang jauh lebih besar telah menenggelamkan identitas resmi kami, sehingga memicu persepsi keliru di masyarakat bahwa kami terafiliasi dengan mereka," ujar perwakilan Hyde Lane selaku perusahaan pengelola grup musik tersebut dalam berkas gugatannya.

Tuntutan hukum ini turut menyeret Netflix Studios serta promotor acara AEG Presents sebagai pihak tergugat. Langkah hukum mendadak ini berpotensi mengancam rencana peluncuran sekuel film animasi tersebut beserta penjualan berbagai produk merchandise dan agenda tur dunia resminya.

"Tuduhan tersebut sama sekali tidak berdasar karena Netflix telah berhasil menciptakan fenomena global yang menginspirasi jutaan penggemar melalui musik dan alur cerita yang kuat," kata juru bicara Netflix saat memberikan klarifikasi resminya.

Pihak penggugat mendesak pengadilan untuk mengeluarkan perintah pemusnahan terhadap seluruh materi yang dianggap melanggar hak cipta milik mereka. Tak hanya itu, grup musik yang pernah menembus tangga lagu Billboard 200 tersebut juga menuntut ganti rugi finansial secara penuh beserta penggantian seluruh biaya perkara hukum.

Konflik hukum ini diprediksi dapat merusak rencana pengembangan waralaba KPop Demon Hunters di masa depan. Padahal, pihak sutradara sebelumnya telah mengonfirmasi pembuatan film kedua yang sangat diantisipasi oleh para penggemarnya di seluruh dunia.

Proses peradilan yang sedang berjalan kini menjadi sorotan tajam bagi kalangan industri hiburan internasional. Kasus ini sekaligus menjadi pelajaran penting terkait kompleksidad perlindungan hak kekayaan intelektual di tengah pesatnya industri kreatif global.

Dilansir dari Entertainment Weekly, Jumat, 21 Agustus 2026, pihak Netflix menyatakan siap mempertahankan posisi hukum mereka secara maksimal di hadapan majelis hakim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....