Conrad Good Vibration Dorong Musisi Muda Berakar Pada Budaya
- 21 Jul 2026 11:40 WIB
- Ende
Poin Utama
- Condrad Good Vibration mengajak anak muda Flores dan NTT percaya diri berkarya dengan tetap menjadikan budaya, tradisi, dan identitas daerah sebagai kekuatan utama dalam bermusik.
- AI bukan ancaman bagi musisi, melainkan alat untuk mendukung kreativitas. Namun, kualitas seniman tetap harus dibuktikan melalui kemampuan tampil dan berkarya secara nyata.
- Musik harus memberi dampak sosial, bukan sekadar hiburan. Musisi muda didorong mengasah bakat, membangun karakter, serta menghadirkan karya yang mengedukasi, menginspirasi, dan melestarikan budaya lokal.
RRI.CO.ID, Ende – Penyanyi reggae asal Flores Timur, Conrad Good Vibration, mengajak generasi muda Flores dan Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk percaya diri mengembangkan bakat musik tanpa meninggalkan identitas budaya. Menurutnya, anak muda daerah memiliki peluang yang sama untuk bersaing di industri musik nasional maupun internasional.
Dalam wawancara usai menjadi Bintang Tamu di RRI Ende, Jumat 17 Juli 2026 lalu, Conrad mengatakan semakin banyak anak muda NTT yang berhasil menembus industri musik dan ekonomi kreatif. Hal itu menjadi bukti bahwa kualitas karya dari daerah mampu bersaing dengan daerah lain.
"Tetap berbangga menjadi orang Flores, gali semua potensi dalam diri, dan percaya bahwa setiap hal baik yang dilakukan akan membawa dampak positif, bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga bagi orang-orang yang kita cintai," ujarnya.
Menanggapi perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Conrad menilai teknologi tersebut bukan ancaman bagi para musisi. AI, katanya, hanyalah alat yang diciptakan manusia untuk membantu proses kreatif.
Ia menegaskan kualitas seorang seniman tetap ditentukan oleh kemampuan nyata saat tampil di atas panggung. Menurutnya, karya yang dihasilkan dengan bantuan AI harus mampu dibuktikan melalui kualitas penampilan secara langsung.
"AI hanya perangkat. Manusialah yang mengendalikan AI, bukan sebaliknya. Gunakan teknologi untuk mempercepat kreativitas dan menambah inspirasi, tetapi kemampuan bermusik tetap harus dibuktikan," katanya.
Bagi Conrad, musik tidak semata menjadi sarana hiburan, tetapi juga media edukasi dan penyampai pesan sosial. Melalui lagu, ia ingin mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan budaya, tradisi, dan identitas daerah yang mulai tergerus perkembangan zaman.
Ia mengaku tetap memasukkan unsur budaya Flores, khususnya Flores Timur, ke dalam karya-karya reggae yang dibawakannya sebagai bentuk penghormatan terhadap akar budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan daerah kepada dunia. "Jangan pernah malu dengan logat, budaya, dan tradisi kita. Justru itulah kekayaan terbesar yang harus dibanggakan di mana pun kita berada," ujarnya.
Condrad juga berpesan kepada generasi muda yang bercita-cita menjadi musisi agar tidak hanya mengandalkan bakat. Menurutnya, bakat harus terus diasah melalui latihan, keberanian berkarya, serta karakter yang bertanggung jawab terhadap pesan yang disampaikan kepada masyarakat.
Ia mendorong para musisi muda untuk berani memperkenalkan karya kepada publik karena karya dapat membuka jejaring, peluang berkarya, hingga meningkatkan kesejahteraan. "Jadilah musisi yang bijak dan bertanggung jawab atas setiap lirik yang disampaikan, sehingga karya yang lahir memberi dampak positif bagi masyarakat dan generasi berikutnya," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....