Sutradara Film Moana Tegaskan Versi Live Action Bukan Salinan
- 13 Jul 2026 08:48 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, AMERIKA - Sutradara kawakan Thomas Kail secara terbuka membantah kritik tajam yang menyebut proyek terbarunya hanya sekadar meniru adegan demi adegan dari versi animasi orisinalnya. Proyek adaptasi nyata dari waralaba bernilai miliaran dolar ini dipastikan membawa angin segar melalui berbagai penyesuaian visual yang lebih mendalam.
Dilansir dari ScreenRant, Minggu, 13 Juli 2026, Kail menjelaskan bahwa tim produksi sama sekali tidak pernah berniat untuk melakukan proses penyuntingan gambar secara identik. Sutradara yang populer lewat karya teater tersebut lebih memilih untuk mengeksplorasi cara baru dalam menghidupkan keajaiban cerita lewat interaksi karakter yang berbeda.
Salah satu perubahan paling mencolok terlihat pada pergeseran ruang konflik emosional antara sang tokoh utama perempuan dengan sang ayah. Jika pada versi animasi perselisihan bertempat di tepi pantai, maka pada versi terbaru ini perdebatan digeser ke tengah lingkungan pemukiman warga.
Langkah berani tersebut sengaja diambil demi memberikan ruang yang lebih luas bagi para anggota komunitas desa untuk ikut bersuara. Pendekatan ini dinilai mampu memperkuat pesan tentang pentingnya kebersamaan yang menjadi salah satu pilar utama dalam kebudayaan masyarakat pulau.
Perbedaan fundamental lainnya juga sudah dapat dirasakan langsung oleh penonton sejak menit pertama film dimulai. Bagian pembuka tidak lagi menggunakan visualisasi kain tradisional, melainkan langsung menyuguhkan pemandangan air laut nyata yang memukau mata.
Tim kreatif juga memutuskan untuk merombak total jalur perjalanan spiritual menuju dunia bawah tanah yang dipenuhi makhluk mistis. Karakter utama kini harus menembus hutan belantara yang lebat alih-alih memanjat tebing batu yang terjal seperti versi terdahulu.
Pembangunan set perkampungan asli dengan pasir dan tanah riil sengaja dilakukan untuk memperkuat sisi emosional para aktor. Fondasi yang membumi ini diharapkan dapat menjaga keterikatan perasaan penonton sebelum cerita berlanjut ke elemen yang lebih fantastis.
Melalui modifikasi latar tempat ini, Kail berharap dapat menyuguhkan sebuah mahakarya baru yang memiliki jiwa dan identitas mandiri. Upaya transisi ini sekaligus membuktikan komitmen studio dalam menghormati karya pendahulu tanpa harus kehilangan daya kreativitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....