Remake Live-Action Moana Dinilai Kurang Magis Dibanding Versi Animasi
- 09 Jul 2026 09:22 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Los Angeles – Studio raksasa Disney kembali merilis adaptasi film terbarunya melalui versi live-action Moana yang dinilai menyajikan rekreasi visual hampir serupa tanpa banyak mengubah alur cerita aslinya. Keputusan untuk mempertahankan naskah asli dari versi animasi tahun 2016 ini memicu perdebatan hangat di kalangan kritikus perfilman dunia mengenai esensi dari pembuatan ulang sinema tersebut.
Dilansir dari ScreenRant, Rabu, 8 Juli 2026, sutradara Thomas Kail dinilai kurang berhasil mempertahankan warna-warna kontras yang semarak, sehingga beberapa adegan ikonik seperti pertarungan melawan Kakamora tampak terlalu redup. Kendati visualnya cenderung lebih gelap demi mengejar kesan realistis, film ini tetap mendapatkan pujian berkat detail keindahan kostum dan keaslian latar budaya Polinesia yang disajikan.
Aktor Dwayne Johnson kembali membawakan perannya sebagai Maui dengan penampilan fisik baru berambut, ditemani oleh aktris muda berbakat Catherine Laga'aia yang memerankan karakter utama wanita. Meskipun demikian, hilangnya ekspresi karikatural khas animasi membuat pesona jenaka sang manusia setengah dewa tersebut terasa sedikit berkurang dalam versi manusia nyata ini.
Sektor musik dalam film ini masih didominasi oleh deretan lagu populer lama yang dibawakan kembali secara apik oleh jajaran aktor pendukung di sepanjang durasi tayang. Disney bahkan menyisipkan sebuah lagu baru pada bagian kredit akhir yang memadukan keindahan vokal para pemeran lintas generasi untuk memanjakan telinga para penontonnya.
Bagi sebagian besar pencinta sinema, adaptasi teranyar ini dipandang sebagai bentuk apresiasi tinggi terhadap mahakarya lawas yang dikemas ulang menggunakan media penceritaan yang berbeda. Langkah Disney ini dianggap sah-sah saja dalam industri kreatif modern, layaknya berbagai karya sastra klasik dunia yang terus diadaptasi berulang kali ke layar lebar.
Secara keseluruhan, proyek sinematik teranyar ini tetap menjadi sebuah tontonan musim panas yang menghibur bagi keluarga serta generasi penonton baru yang belum sempat menyaksikan kisah aslinya. Keberanian studio untuk tidak merombak karakteristik mendasar dari para tokoh utamanya terbukti menjadi keputusan paling aman demi menjaga memori indah penonton setianya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....