In the Hand of Dante Satukan Sastra dan Mafia

  • 29 Mei 2026 19:15 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Film drama thriller In the Hand of Dante dijadwalkan tayang di bioskop Amerika Serikat pada 12 Juni 2026 sebelum masuk layanan streaming Netflix pada 24 Juni 2026. Film ini menarik perhatian karena memadukan sejarah sastra klasik, dunia mafia modern, dan perebutan manuskrip langka bernilai tinggi dalam satu narasi kompleks.

Film garapan Julian Schnabel tersebut diadaptasi dari novel karya Nick Tosches yang terbit pada 2002. Cerita berpusat pada manuskrip tulisan tangan Divine Comedy milik Dante Alighieri yang ditemukan di perpustakaan Vatikan sebelum berpindah tangan ke jaringan mafia New York dan akhirnya sampai kepada penulis Nick Tosches.

Dikutip dari Deadline pada 20 Mei 2026, aktor Oscar Isaac memerankan dua karakter sekaligus, yakni Dante Alighieri dan Nick Tosches. Pendekatan tersebut memperlihatkan benturan antara pencarian spiritual era Renaissance dengan kehidupan modern yang dipenuhi kekerasan, keserakahan, dan perdagangan karya seni.

Film ini menggunakan dua pendekatan visual berbeda untuk mempertegas kontras zaman. Adegan pada era Dante di Italia ditampilkan penuh warna, sedangkan konflik dunia mafia modern divisualisasikan dalam format hitam-putih untuk memperkuat nuansa gelap dan brutal.

Selain Oscar Isaac, film tersebut juga dibintangi Gal Gadot, Gerard Butler, John Malkovich, Al Pacino, Jason Momoa, hingga Martin Scorsese. Deretan aktor papan atas tersebut diperkirakan menjadi daya tarik utama film di pasar internasional.

In the Hand of Dante melakukan pemutaran perdana dunia di luar kompetisi pada Festival Film Internasional Venesia ke-82 pada 3 September 2025. Respons awal terhadap film ini menyoroti keberaniannya menggabungkan sejarah sastra, kritik sosial, dan thriller kriminal dalam satu cerita yang padat intrik.

Tema perebutan manuskrip langka dalam film dinilai relevan dengan kondisi modern ketika karya seni dan warisan budaya semakin rentan diperdagangkan demi kepentingan ekonomi. Film ini sekaligus memunculkan pertanyaan tentang siapa yang sebenarnya berhak menjaga nilai sejarah dan kebudayaan dunia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....