Michael Bay Garap Film Perang Baru tentang Penyelamatan Pilot AS di Iran
- 21 Mei 2026 11:19 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Los Angeles - Sutradara kondang Michael Bay bersiap kembali mengguncang layar lebar lewat film perang terbarunya yang mengangkat aksi penyelamatan heroik militer Amerika Serikat di Iran. Proyek ambisius ini menandai kembalinya sang maestro sinema aksi dalam menakhodai genre pertempuran setelah satu dekade absen sejak film terakhirnya.
Dilansir dari ScreenRant, Rabu, 20 Mei 2026, Universal Pictures resmi menggandeng Bay untuk memfilmkan kisah nyata jatuhnya jet tempur F-15E Strike Eagle dalam Operasi Epic Fury. Sinopsis layar lebar ini diadaptasi langsung dari buku mendatang karya Mitchell Zuckoff yang dijadwalkan terbit pada tahun 2027.
Operasi militer menegangkan tersebut berlatar di Pegunungan Zagros, tempat pasukan elit AS berpacu dengan waktu menyelamatkan pilot dan perwira sistem senjata dari wilayah musuh. Keberhasilan misi rahasia awal April lalu itu langsung menyedot perhatian dunia sekaligus memantik gairah kreatif Bay untuk segera kembali ke kursi sutradara.
Guna merealisasikan proyek berskala masif ini, Bay kembali menyatukan visi dengan produser Scott Gardenhour dan Erwin Stoff yang sebelumnya sukses menggarap film 13 Hours. Kolaborasi ini diprediksi melahirkan sinergi kuat mengingat jajaran sineas tersebut telah berpengalaman meramu ketegangan nyata menjadi tontonan yang memacu adrenalin.
Hubungan erat sang sutradara dengan Pentagon yang telah terjalin selama tiga dekade dipastikan memberi keuntungan besar terhadap aspek visual film. Dukungan logistik berupa pengerahan personel militer asli serta armada tempur otentik akan kembali dilibatkan demi menyajikan reka adegan yang mendekati realitas.
Berbeda dengan film terdahulunya yang menyoroti kegagalan bantuan, Bay menegaskan fokus utama karya terbarunya ini adalah penghormatan bagi mereka yang menjawab panggilan darurat. Ia mendedikasikan narasi sinematik ini untuk merayakan heroisme sejati serta dedikasi tanpa batas dari para prajurit dalam operasi paling rumit di sejarah modern.
Kendati menjanjikan aksi memukau, film ini diprediksi tidak akan lepas dari pusaran kontroversi publik global. Langkah Bay mendramatisasi konflik sensitif di era kepemimpinan Presiden Trump berpotensi memicu kritik tajam terkait glorifikasi perang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....