James Cameron dan Disney Digugat Terkait Penggunaan Ilegal Citra Aktris Pribumi
- 07 Mei 2026 08:55 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, CALIFORNIA – Sutradara James Cameron dan The Walt Disney Company resmi digugat secara hukum atas dugaan penggunaan citra wajah aktris pribumi Q'orianka Kilcher tanpa izin dalam film "Avatar". Gugatan ini mencuat setelah aktris pemeran Pocahontas tersebut mengeklaim bahwa fitur wajahnya saat berusia 14 tahun diambil secara sepihak untuk membentuk karakter ikonik Neytiri.
Dilansir dari media hiburan Variety, Rabu, 7 Mei 2026, dokumen gugatan tersebut mengungkapkan bahwa Cameron memerintahkan tim desainnya mengekstraksi wajah Kilcher dari sebuah foto surat kabar. Proses teknis tersebut melibatkan pemindaian laser ke dalam model digital resolusi tinggi yang kemudian digunakan dalam berbagai produk komersial tanpa sepengetahuan sang aktris.
Kuasa hukum Kilcher menyatakan bahwa tindakan tersebut bukanlah sekadar inspirasi seni, melainkan bentuk pencurian biometrik terhadap seorang gadis remaja. Pihak penggugat menegaskan bahwa industri film telah menghasilkan miliaran dolar dari aset digital yang dibangun secara ilegal di atas identitas fisik orang lain.
Pertemuan singkat antara Kilcher dan Cameron pada sebuah acara amal tahun 2009 menjadi salah satu bukti yang dilampirkan dalam berkas perkara. Saat itu, Cameron memberikan sebuah sketsa dengan pesan tertulis yang mengakui kecantikan Kilcher sebagai inspirasi awal bagi karakter penghuni planet Pandora tersebut.
Kebenaran mengenai penggunaan wajah tersebut baru terungkap sepenuhnya setelah sebuah video wawancara lama James Cameron kembali beredar luas di media sosial belakangan ini. Dalam video itu, sang sutradara secara gamblang menyebut nama Q'orianka Kilcher sebagai sumber referensi visual utama untuk bagian wajah bawah karakter Neytiri.
Aktris Q'orianka Kilcher mengaku merasa sangat terpukul dan dikhianati karena selama ini ia sangat mendukung pesan moral yang disampaikan oleh film "Avatar". Baginya, tindakan sistematis memasukkan wajahnya ke dalam jalur produksi industri tanpa konsesi apa pun adalah pelanggaran etika dan hukum yang sangat berat.
Selain tuntutan ganti rugi materiil, gugatan ini juga menyinggung pelanggaran undang-undang pornografi deepfake California yang baru saja diberlakukan terkait penyalahgunaan identitas digital. Pihak pengadilan kini diminta untuk mengaudit keuntungan besar yang didapatkan Disney dan Cameron dari penggunaan citra wajah sang aktris.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Disney maupun James Cameron belum memberikan pernyataan resmi terkait gugatan yang mengguncang industri sinema global ini. Kasus ini diprediksi akan menjadi standar baru dalam perlindungan hak biometrik aktor di tengah pesatnya perkembangan teknologi efek visual digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....