Puncak Popularitas Film Apex di Netflix Diiringi Kritik Pedas Penonton
- 27 Apr 2026 07:34 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, LOS ANGELES – Film thriller aksi terbaru Netflix berjudul "Apex" berhasil memuncaki daftar film yang paling banyak ditonton secara global meski mendapatkan respon negatif dari para penonton. Dilansir dari ScreenRant, Senin, 27 April 2026, film berperingkat dewasa ini menduduki posisi pertama di 93 negara termasuk Amerika Serikat sejak dirilis pada akhir pekan lalu.
Meskipun sukses secara angka penayangan, "Apex" justru terpuruk di situs Rotten Tomatoes dengan skor penonton yang hanya menyentuh angka 55 persen. Banyak pemirsa menilai alur cerita film ini terlalu klise dan gagal membangun kedalaman karakter yang membuat penonton peduli terhadap nasib para pemeran utamanya.
Kontras dengan skor penonton, para kritikus memberikan nilai yang sedikit lebih baik yakni sebesar 66 persen berdasarkan total 53 ulasan yang masuk. Akting Taron Egerton yang berperan sebagai pemburu menyeramkan bernama Ben disebut sebagai titik terang dalam film survival yang dianggap biasa-biasa saja ini.
Lawan main Egerton, Charlize Theron, juga mendapat pujian karena penampilannya yang tangguh sebagai Sasha, seorang pendaki gunung yang harus bertahan hidup dari ancaman mematikan. Beberapa penggemar yang menyukai film ini memuji intensitas ketegangan yang dibangun tanpa harus mengandalkan efek visual atau spektakel yang berlebihan.
| Baca juga: Salmokji Tembus 1,6 Juta Penonton Cepat |
Kritik tajam datang dari kritikus Grant Hermanns yang hanya memberikan nilai empat dari sepuluh poin karena menganggap narasi film terlalu membosankan. Beberapa pengguna media sosial bahkan menyarankan pelanggan Netflix lainnya untuk melewatkan film ini agar tidak membuang waktu menonton cerita yang dianggap hambar.
Keberhasilan "Apex" menggeser film thriller penyintas lainnya berjudul "Thrash" menunjukkan bahwa minat audiens terhadap genre aksi tetap sangat tinggi di layanan streaming. Namun, jurang pemisah antara jumlah penonton yang besar dan tingkat kepuasan yang rendah menjadi anomali menarik dalam rilis film bulan April ini.
Hingga saat ini, pihak Netflix maupun produser belum memberikan pernyataan resmi mengenai kemungkinan adanya sekuel untuk film yang sedang tren tersebut. Rendahnya skor audiens diprediksi akan menjadi bahan pertimbangan serius bagi studio jika ingin melanjutkan waralaba ini di tengah persaingan konten orisinal yang ketat.
Fenomena "Apex" membuktikan bahwa status global smash hit tidak selalu menjamin kualitas penceritaan yang dapat diterima dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat. Para pelanggan kini menantikan apakah performa film ini akan bertahan lama di tangga populer atau segera merosot seiring dengan munculnya ulasan-ulasan baru.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....