Serial Alice Forever After Ungkap Sisi Gelap Alice Masa Dewasa

  • 09 Apr 2026 10:34 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, London - Kisah klasik Alice in Wonderland garapan Lewis Carroll kini terlahir kembali dalam narasi yang jauh lebih kelam dan ditujukan khusus bagi pembaca dewasa melalui trilogi komik terbaru. Dilansir dari Variety, sekuel bertajuk Alice Ever After hingga yang terbaru Alice Forever After karya Dan Panosian sukses mengubah fantasi masa kecil menjadi sebuah horor psikologis.

Diberitakan ScreenRant, Selasa, 7 April 2026, alur cerita ini menyoroti kehidupan dewasa Alice yang berjuang melawan trauma masa kecil dan ketergantungan zat demi melarikan diri dari realitas. Alice digambarkan terjebak dalam dilema antara menghadapi kehidupan nyata yang dingin atau kembali ke Negeri Ajaib yang kini telah berubah menjadi tempat yang mengerikan.

Dalam seri terbaru Alice Forever After, fokus cerita bergeser pada upaya Alice melindungi putrinya, Evelyn, dari bayang-bayang masa lalu yang mulai menghantui. Karakter ikonik seperti Cheshire Cat yang dahulu jenaka, kini bertransformasi menjadi antagonis utama yang licik dan penuh dendam dalam dunia yang mulai hancur.

Keunikan saga ini terletak pada keberanian penulis dalam memutarbalikkan elemen-elemen ajaib menjadi simbol kesehatan mental dan perjuangan melawan kecanduan. Pembaca tidak lagi disuguhi pesta teh yang ceria, melainkan sebuah narasi tentang konsekuensi emosional dari petualangan surealis yang dialami Alice di masa lalu.

Edisi keempat dari seri Alice Forever After yang diterbitkan oleh BOOM! Studios tersebut dijadwalkan akan segera menyapa para penggemar pada 20 Mei 2026 mendatang. Penantian ini memicu antusiasme tinggi di kalangan kolektor komik yang mendambakan sudut pandang berbeda dari literatur klasik yang sudah sangat mendunia.

Meskipun menarik perhatian luas, para kritikus mengingatkan bahwa karya ini mengandung konten dewasa yang intens, termasuk penggambaran kekerasan dan gangguan psikologis. Hal ini sangat kontras dengan versi animasi Disney tahun 1951 yang selama ini menjadi standar ingatan masa kecil sebagian besar masyarakat global.

Visual yang dihasilkan oleh seniman Giorgio Spalletta memberikan detail artistik yang mampu menghidupkan suasana Negeri Ajaib yang membusuk dan penuh dengan kengerian visual. Perpaduan antara naskah yang kuat dan ilustrasi yang berani menjadikan komik ini sebagai salah satu bacaan paling provokatif pada dekade ini.

Bagi penikmat genre horor fantasi, serial ini merupakan undangan untuk kembali "terjatuh ke lubang kelinci" namun dengan kesiapan mental yang lebih matang. Kisah ini membuktikan bahwa tokoh fiksi pun dapat tumbuh bersama penggemarnya, membawa beban hidup yang jauh lebih kompleks dan nyata.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....