Watu Krus Bola Sejarah Awal Hadirnya Bangsa Portugis Di Sikka
- 15 Sep 2024 22:47 WIB
- Ende
Batu Salib, populer disebut Watu Krus oleh masyarakat Maumer berdiri kokoh di tepi pantai Bola, Kecamatan Bola Sikka NTT.
Salib kayu itu ditancapkan di atas batu karang. Meski dihempat gelombang dan panas, ia tak termakan usia. Bagi masyarakat Bola, Watu Krus memiliki nilai historis yang luar biasa.
Setelah melewati jalan yang berkelok-kelok di antara perbukitan, tibalah kami di bibir pantai Bola, tepatnya Kampung Bola, Desa Bola, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka itu.
Di bibir Pantai Bola wisatawan akan langsung menyaksikan pesona Watu Krus (Batu Salib). Letaknya sekitar 100 meter dari bibir pinggir pantai. Batu itu berdiri kokoh di atas batu karang.
Di sekitar Watu Krus itu tampak warga sedang asyik mencari ikan dan kerang di genangan air di pantai yang dipenuhi batu karang. wisatawan pun mengabadikan Watu Krus itu. Masyarakat Desa Bola pun menjaga dan merawat Watu Krus dengan baik.
Watu Krus merupakan jejak kehadiran Bangsa Portugis di Bola Sikka. Memperkenalkan Kristus kepada masyarakat setempat.
Dikisahkan saat pertama kali rombongan bangsa Portugis tiba di Pantai Bola datang dari Konga Flores Timur, masyarakat setempat takut. Akan tetapi tetua masyarakat Moan Baluk meyakinkan masyarakat bahwa kehadiran orang Portugis itu baik.
Karena itu masyarakat berbondong ke pantai menyambut mereka. Lalu kemudian di atas batu karang itu ditancapkan sebuah salib yang terbuat batang pohon lontar.
Kehadiran Bangsa Portugis di Bola menandai kehadiran Agama Katolik dan kemudian berkembang pesan sampai saat ini. Situs Watu Krus tetap kokoh berdiri di tepi pantai, ditatap setiap hari oleh masyarakat setempat dan mengingatkan mereka akan masa silam yang luar biasa. Situs Batu Krus juga unik, sebab batu karang yang menjadi dasar Salib itu kokoh selama berabad-abad dan tidak pernah berpindah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....