Petani Strawberry di Ngada Panen, Pembeli Mengantre

  • 04 Sep 2024 07:13 WIB
  •  Ende

KBRN, Ngada : Mikael Raga, seorang petani dari Bajawa, Kabupaten Ngada, Pulau Flores, NTT , tidak menyerah dan putus asa menekuni Usaha Budidaya Strrawbery yang kini menunjukkan hasil menggembirakan . Meski pernah menghadapi berbagai tantangan, termasuk dampak badai Seroja dan pandemi Covid-19,

Mikael, yang merintis usaha strawberry dengan modal dan tenaga sendiri, bahkan pernah mengalami kegagalan besar saat mendatangkan 10 ribu bibit namun hanya satu yang tumbuh.

Namun, pada 2024 ini, usaha budidaya strawberrynya membuahkan hasil yang lebih bagus. Dengan lahan seluas 2 are, Mikael mampu memanen 7 hingga 8 kilogram strawberry setiap minggu.

Dalam wawancara dengan RRI Ende, Selasa (3/9/2024), Mikael menjelaskan, awalnya memposting hasil panennya di media sosial. Postingan tersebut menarik perhatian banyak pembeli, hingga banyak di antara pembeli tidak kebagian strawberry. Mikael terpaksa menerapkan sistem antrian dan pembelian secukupnya untuk memenuhi permintaan.

"Sudah sebulan ini kita panen. Yah hasilnya bagus, dalam radius dua are ini, satu minggu kita bisa menghasilkan tujuh hingga delapan kilo strawberry," ujar Mikael.

Harga strawberry yang dijual Mikael adalah Rp 80 ribu per kilogram. Namun, karena tingginya permintaan, ia juga menjual dalam ukuran lebih kecil seperti ons atau perempat kilogram. Puncak permintaan terjadi pada Selasa kemarin, membuat Mikael dan keluarganya kewalahan melayani pembeli.

Keberadaan strawberry di Ngada, yang merupakan tanaman langka di daerah tersebut, mengejutkan banyak pembeli. Strawberry yang dijual tampak segar dan cerah, berkat perawatan menggunakan pupuk organik. Mikael melibatkan anak-anak sekitar dalam usahanya, memberikan pendapatan tambahan dan menjadi wadah edukasi. Beberapa anak SMK dari Nagekeo juga pernah magang di kebun Mikael.

Mikael mengatakan, bahwa kegagalan di masa lalu tidak membuatnya patah semangat, melainkan memotivasi untuk memperbaiki kekurangan. "Karena saya tau mengapa gagal, dan saya tinggal memperbaikinya," ujar Mikael.

Ia berencana untuk memperluas lahan budidaya strawberrynya dan memenuhi permintaan pasar dari Labuan Bajo dan Ende. Mikael berharap adanya intervensi dari pemerintah, terutama dalam penyediaan peralatan dan infrastruktur seperti sistem penyiraman.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....