Mengenal Tarian Tradisional Dolo Dolo Flores Timur Sebagai Warisan Budaya
- 31 Agt 2024 16:22 WIB
- Ende
KBRN,Ende: Dalam masyarakat agraris termasuk Orang Lamaholot, segala hal dirayakan secara bersama-sama. Kegembiraan, syukur, kesedihan, kepahitan hidup, pernikahan dan seterusnya. Puncak tertinggi dari ritual adat adalah perayaan bersama, doa bersama, yang hampir selalu diwujudkan dalam bentuk tandak.
Hal ini kemudian melahirkan tandak dolo-dolo. Tarian dolo-dolo berkembang dari tarian yang lebih tua, yang disebut Banama : tarian yang dipentaskan sebagai syukur atas panen. Tarian ini semakin punah setelah semangat dan ritmenya bertransformasi ke dalam tarian dolo-dolo.
Karena dalam tarian dolo-dolo gerakan kaki yang melangkah dalam bentuk langkah dua-dua (dua ke depan, dua ke belakang, dua ke samping), gerakan kaki yang lincah ini menghasilkan syncope pada ketukan, sehingga musik dolo-dolo selalu berirama 2/4.
Dolo-dolo diiringi oleh gendang atau gong. Pada keadaan lain orang sering menggunakan alat musik lain seperti gitar, biola, ukulele, bas dengan Gendang adalah alat musik utamanya dan penentu ketukan atau penanda irama.
Masyarakat Adonara Kabupaten Flores Timur. Tarian masal karya para leluhur ini biasanya ditarikan dalam setiap pesta adat maupun acara-acara pesta warga Adonara atu suku Lamaholot. Dalam tari masal ini para penarinya juga mengenakan pakain adat khas Adonara-Flores Timur.
Di sini, tarian Dolo-dolo tak hanya sekadar dilihat sebagai tarian biasa tetapi mengandung filosofi dalam ragam geraknya. Makanya, dolo-dolo adalah juga teks atau sastra itu sendiri. Sebab, ada syair yang dilantunkan di dalamnya.
Ada kecakapan bersastra yang digemakan dalam gerak dan irama tarian. Masyarakat Horowura, Desa Horinara, Kecamatan Kelubagolit, Adonara, Nusa Tenggara Timur, berkumpul bersama di lapangan daerah tersebut guna mementaskan kekayaan bersastranya lewat tarian Dolo-dolo.
Tarian dolo biasanya dibawakan dengan nyanyian dolo. Dolo termasuk salah satu tarian yang populer bagi masyarakat Flores Timur, Lembata, Adonara, Solor dan Alor dikategorikan sebagai tarian massal yang dapat diikuti oleh massa rakyat dari semua kalangan. Namun dolo sangat menonjol bagi muda mudi sebagai arena perjumpaan untuk membangun persahabatan, termasuk untuk menemukan jodoh dan menjalin cinta dua sejoli.
Kata dolo yang kita kenal selama ini, bermula dari kata dola, yakni paduan nada do dan nada la dalam sistem solmisasi sebagai standar bunyi atau nada awal untuk menyampaikan syair atau pantun. Spontan muncul seorang pelaku melantunkan nada awal ini, dan disambut pelaku pelaku lainnya dengan nada ini dijadikan pegangan standar dalam refrein dan berbalas pantun.
Masyarakat Flores Timur meyakini bahwa mereka terdiri dari beberapa suku, yakni Suku asli adalah Suku Ile Jadi, yang lahir dari Gunung Ile Mandiri, dengan leluhurnya adalah Wato Wele dan Lia Nurat. Namun diyakini bahwa saat suku ini lahir, sudah ada juga suku Paji yang dianggap merupakan keturunan dari manusia gaib (mata mere). Keturunan Ile Jadi ini nantinya akan menjadi suku Demon, yang akan menjadi lawan suku Paji.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....