Tenun Ikat warisan Budaya Ende Lio yang Perlu dilestarikan
- 26 Agt 2024 14:02 WIB
- Ende
KBRN, Ende : Tenun Ikat Ende-Lio pada suku Ende-Lio berperan sebagai pakain kebesaran pada saat ritual/upacara adat, upacara penghormatan pada sang pencipta, seserahan saat ada hajatan (wurumana, wailaki, niangara, tau ozo wa,u) , bukti kemampuan ketrampilan menenun persyaratan anak gadis untuk menikah (ngama ngaza, tembo tau), barang jaminan (nggesu atau nggelu sepu), busana kebesaran (Mosalaki), memakaikan pada anak dan mantu (pebha ana), pakaian perang suku (wikanua), serta sebagai barang dagangan (ngawu teka) dan sebagainya.
Masyarakat Ende-Lio memiliki bakat usaha di bidang industri kain tenun tradisional, sama seperti kampung- kampung lainnya yang ada di Pulau Flores.Pembuatan tenun ini banyak sekali keuniknnya, karena masih kental dengan adat istiadat masyarakat Ende-Lio, yang erat kaitannya dengan hal mistis dan gaib.Selain itu, hal unik lainnya adalah kain tenun ikat ini dibuat oleh wanita dengan bahan dasar yang masih alami sehingga warna yang dihasilkan sangat alami dan memiliki keindahan yang berbeda dari pewarna kimia.
Masyarakat etnis Lio juga terbagi atas geografinya, yakni yang tinggal di pesisir pantai dan pedalaman. Mereka memegang teguh perjanjian yang dibuat leluhur bahwa pembuatan tenun ikat terlarang bagi etnis Lio pedalaman. Tradisi menenun hanya dilakukan etnis Lio pesisir seperti Nggela dan Ndona.Tenun ikat Ende-Lio sangat penting sebagai warisan budaya yang harus terus dipertahankan dengan tetap melindungi dan melestarikan tenun ikat Ende-Lio.
Tenun ikat etnis Lio umumnya berwarna dasar merah tua kecoklatan. Tenun dengan berbagai motif ini dipakai sebagai sarung untuk laki-laki yang dinamai Ragi dan sarung untuk perempuan diberi nama Lawo.
Pada kain tenun untuk pria Ende dan Lio biasanya berwarna dasar hitam atau biru kehitaman, mempunyai jalur-jalur yang jelas sepanjang lungsin. Lajurnya mendatar dan disebut Ragi atau Luka.
Motif untuk tenun ikat bagi perempuan Ende dan Lio berupa flora dan fauna. Seperti kuda, daun, burung, lalat atau sayap lalat yang disebut lawo/zawo. Sedangkan untuk kain dan selendang didominasi oleh motif bunga yang diselingi garis hitam kecil di antara motif-motifnya dengan rumbai-rumbai pada bagian ujung kain.
Tenun ikat Ende-Lio sangat penting sebagai warisan budaya yang harus terus dipertahankan dengan tetap melindungi dan melestarikan tenun ikat Ende-Lio.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....