RD. Kalidius: Menembus Wilayah Terdampak,n Membawa Bantuan dan Harapan

  • 07 Okt 2026 08:45 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Hampir sepuluh kali perjalanan dilakukan Tim Logistik dan Distribusi Keuskupan Agung Ende untuk menjangkau masyarakat di berbagai wilayah terdampak bencana. Setiap perjalanan bukan sekadar membawa bantuan dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga menjadi perjalanan untuk melihat lebih dekat kehidupan warga yang masih berjuang memulihkan diri setelah bencana.

Di balik perjalanan itu, ada sosok RD. Kaludius Romanus Mbusa yang bersama rekan-rekannya terus bergerak mendistribusikan bantuan. Sejak masa tanggap darurat hingga memasuki masa transisi pascabencana, ia telah terlibat dalam kurang lebih sepuluh kali distribusi bantuan di berbagai wilayah Keuskupan Agung Ende.

Pada Senin, 5 Oktober 2026, RD. Kaludius ditemui RRI Ende di Pastoran Paroki Salib Suci Soa. Dari tempat itu, ia menceritakan pengalaman selama mendampingi proses distribusi bantuan, termasuk berbagai perjumpaan dengan masyarakat yang ditemuinya dalam perjalanan.

Baginya, setiap perjalanan selalu menyimpan cerita. Jalan yang ditempuh membawa tim bertemu dengan warga dalam situasi yang berbeda-beda, sekaligus membuka kesempatan untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang masih berada dalam proses pemulihan.

Namun, semakin sering turun ke lapangan, semakin ia menyadari bahwa bantuan memiliki keterbatasan. Tidak semua kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi dan tidak semua persoalan yang muncul setelah bencana dapat diselesaikan hanya dengan membagikan bantuan.

Keterbatasan tersebut menjadi bagian dari kenyataan yang dihadapi tim di lapangan. Meski demikian, RD. Kaludius meyakini bantuan yang diberikan tetap memiliki arti bagi masyarakat, meskipun jumlahnya tidak selalu mampu menjawab seluruh kebutuhan.

Sebab, bagi warga yang sedang berjuang bangkit, sebuah bantuan tidak selalu dinilai dari besar atau kecilnya. Kehadiran orang lain yang datang, melihat keadaan mereka, dan ikut merasakan situasi yang dihadapi dapat menjadi bentuk dukungan tersendiri.

Dalam perjalanan terbarunya, Tim Logistik dan Distribusi kembali membawa bantuan untuk masyarakat. Sebanyak sembilan unit tandon air dan 42 dos sepatu didistribusikan ke sejumlah wilayah yang membutuhkan.

Sembilan unit tandon air tersebut disalurkan ke beberapa penerima. Sebanyak empat unit diberikan kepada Paroki Soa, Kevikepan Bajawa, tiga unit kepada Paroki Gako, dan dua unit lainnya kepada Komunitas Perkebunan Wulabara.

Bantuan tersebut memang berupa kebutuhan material. Namun, perjalanan untuk menyalurkannya menghadirkan sesuatu yang lebih luas, yakni kesempatan bagi tim untuk bertemu langsung dengan masyarakat dan mendengarkan kebutuhan mereka dari dekat.

Di sanalah distribusi bantuan memiliki makna yang berbeda. Perjalanan bukan hanya tentang membawa barang dan menyerahkannya kepada penerima, melainkan juga tentang membangun ruang perjumpaan antara mereka yang datang membantu dan masyarakat yang sedang berusaha melewati masa sulit.

RD. Kaludius berharap setiap kunjungan tidak berhenti pada bantuan yang diterima masyarakat. Ia ingin setiap perjumpaan menjadi kesempatan untuk saling menguatkan dan menumbuhkan keyakinan bahwa proses pemulihan tidak harus dijalani seorang diri.

Hampir sepuluh kali perjalanan telah dilalui. Setiap perjalanan membawa bantuan, tetapi juga membawa pulang cerita tentang ketabahan warga, keterbatasan yang masih mereka hadapi, dan semangat untuk terus bangkit.

Di tengah masa pemulihan pascabencana, mungkin tidak semua kebutuhan dapat dijawab. Namun, selama masih ada yang bersedia datang, mendengar, membantu, dan berjalan bersama, harapan untuk bangkit akan selalu memiliki tempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....