KAGAMA Manggarai Sasar Kelompok Rentan Penyintas Gempa

  • 16 Sep 2026 22:51 WIB
  •  Ende

Naskah Berita

RRI.CO.ID, Manggarai – Bantuan perlengkapan dapur dari KAGAMA Manggarai membantu Susuana Nueng (63), penyintas gempa di Desa Golo Worok, Kecamatan Wae Ri’i.

Janda lanjut usia tersebut kini bertahan di tenda darurat setelah rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa.

Sejumlah perlengkapan dapur miliknya turut rusak. Kondisi tersebut membuat Susuana kesulitan menyiapkan kebutuhan makanan sehari-hari.

Situasi berubah ketika relawan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Manggarai mendatangi tempat tinggalnya pada September 2026.

Susuana menerima paket bantuan berupa kompor, periuk, piring, sendok, dan gelas. Bantuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan warga yang masih bertahan di tenda.

“Baru kali ini saya terima bantuan yang sebanyak dan selengkap ini, apalagi ada alat-alat dapur,” ungkap Susuana kepada RRI.

Susuana merupakan salah satu warga yang menerima bantuan KAGAMA Manggarai selama penyaluran pada 12–15 September 2026.

Tim yang dipimpin Koordinator KAGAMA Manggarai Ferdinandus Ampur menyisir enam kecamatan terdampak gempa.

Wilayah tersebut meliputi Ruteng, Lelak, Rahong Utara, Langke Rembong, Wae Ri’i, dan Reok.

Sebelum menyalurkan bantuan, relawan melakukan pendataan langsung secara door to door di sejumlah kampung.

Pendataan tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan kelompok rentan, seperti lansia, janda, duda, penyandang disabilitas, serta anak yatim piatu.

Hasil pendataan menunjukkan sebanyak 45 kepala keluarga menerima paket bantuan dari KAGAMA.

Paket tersebut terdiri dari beras, perlengkapan dapur, bahan memasak, dan kebutuhan kebersihan pribadi.

Bantuan juga diperkuat melalui sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai. Sebanyak 35 kepala keluarga menerima terpal, selimut, telur, biskuit, susu anak, dan gula.

Perhatian khusus diberikan kepada anak-anak yatim piatu yang masih bersekolah, termasuk di Dusun Welong, Desa Gae Mulu, Kecamatan Wae Ri’i.

Mereka menerima tas, alat tulis, sepatu, kaus kaki, dan dua stel seragam sekolah.

Koordinator KAGAMA Manggarai Ferdinandus Ampur mengatakan, penyaluran bantuan difokuskan pada warga yang dinilai paling membutuhkan.

“Kondisi rumah mereka sudah hancur, dan kini harus bertahan hidup dalam keterbatasan. Karena itu, fokus utamanya memang menyasar kelompok rentan, mulai dari lansia, janda, duda, anak-anak yatim piatu, hingga penyandang disabilitas,” tutur Ferdy.

Menurutnya, pendataan langsung diperlukan agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan warga terdampak.

Bupati Manggarai Herybertus G. L. Nabit mengapresiasi kepedulian KAGAMA terhadap masyarakat terdampak gempa.

Ia menyampaikan terima kasih kepada para alumni UGM yang ikut membantu warga, khususnya kelompok rentan.

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para alumni UGM yang tergabung dalam KAGAMA,” ungkap Bupati.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga sekaligus mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Manggarai.

Narasi Foto

Tags

KAGAMA Manggarai, gempa Manggarai, penyintas gempa, bantuan kemanusiaan, kelompok rentan, Susuana Nueng, Desa Golo Worok, Wae Ri’i, bantuan dapur, Pemerintah Kabupaten Manggarai, Ferdinandus Ampur, Herybertus Nabit, pascabencana

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....