Senyum Haru Ine-Ine Lembata Saat PLN UIP Nusra Alirkan Air Bersih

  • 05 Sep 2026 09:29 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Lembata – Tawa dan senyum para ine-ine atau mama-mama pecah di Lewokoba, Desa Atakore, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Air bersih yang selama ini dinantikan akhirnya mengalir melalui jaringan pipa hingga mendekati permukiman warga.

Bagi masyarakat Lewokoba, aliran air itu bukan sekadar air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Setiap tetesnya membawa harapan baru setelah selama bertahun-tahun warga hidup dalam keterbatasan sumber air.

Pagi itu, para mama menyaksikan langsung air mengalir dari jaringan perpipaan yang baru diuji coba. Wajah mereka tampak sumringah, seolah tidak ingin melewatkan momen ketika air yang selama ini sulit diperoleh akhirnya hadir lebih dekat dengan kehidupan mereka.

Selama ini, mendapatkan air bersih bukan perkara mudah bagi masyarakat Lewokoba. Untuk memenuhi kebutuhan mandi, mencuci, memasak dan kebutuhan rumah tangga lainnya, warga harus mengandalkan sumber air yang terbatas.

Dalam kondisi tertentu, masyarakat bahkan menggunakan batang dan pelepah pisang untuk memenuhi kebutuhan air.

Tokoh Adat Lewokoba, Agus Bala Puhun, mengatakan masuknya air bersih ke wilayah mereka menjadi peristiwa yang sangat berarti bagi masyarakat.

“Kami seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Yayasan PAPHA Indonesia dan PT PLN (Persero). Sudah beratus-ratus tahun kami belum menikmati akses air bersih seperti ini,” ujar Agus.

Menurut Agus, aliran air yang kini mencapai Lewokoba menjadi tanda perubahan bagi masyarakat yang selama ini terbiasa hidup dengan keterbatasan air.

“Sekarang air sudah masuk ke desa kami. Kami sangat bersyukur dan menyampaikan banyak terima kasih karena akhirnya masyarakat bisa melihat dan menikmati air sampai di sini,” katanya.

Kebahagiaan itu juga dirasakan para ine-ine di Desa Atakore. Kehadiran air bersih membuat kebutuhan sehari-hari yang sebelumnya membutuhkan tenaga dan waktu lebih banyak, kini diharapkan menjadi lebih mudah.

Air yang mengalir di Lewokoba berasal dari mata air Wai Wu di Desa Nubahaeraka. Sumber tersebut kemudian dialirkan melalui jaringan perpipaan yang dikembangkan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara atau UIP Nusra bersama Yayasan Payung Perjuangan Humanis atau PAPHA Indonesia.

Uji coba jaringan dilakukan pada 31 Agustus 2026. Air berhasil mengalir hingga Lewokoba dan pengembangan jaringan kemudian dilanjutkan menuju Kampung Genek, Dusun Tubuk Rajan, Desa Atakore.

Ketua Yayasan PAPHA Indonesia Cabang Lembata, Paulus Makarius Dolu, mengatakan pembangunan jaringan air bersih tersebut tidak terlepas dari semangat gotong royong masyarakat.

Pemilik lahan, tokoh adat, pemerintah daerah, pemerintah desa hingga masyarakat ikut mengambil bagian dalam membuka akses agar air dapat mengalir dari sumbernya menuju permukiman.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, khususnya pemilik lahan di sekitar mata air Wai Wuw dan sepanjang jalur perpipaan serta lokasi bak penampungan,” ujar Paulus.

Ia juga mengapresiasi masyarakat Nubahaeraka, Benolo, Bauraja, Lewokoba, Genek dan Watuwawer yang terlibat dalam proses pengerjaan jaringan.

Bagi Ketua RT 07 Dusun Tubuk Rajan, Desa Atakore, Raimundus Muhi Puhun, hadirnya akses air bersih menjadi kabar menggembirakan bagi warga.

“Kami sangat senang dan berterima kasih kepada Yayasan PAPHA Indonesia dan PT PLN (Persero) karena telah membantu menghadirkan akses air bagi masyarakat kami,” kata Raimundus.

Pengembangan jaringan air bersih tersebut merupakan bagian dari Program Desa Berdaya PLN UIP Nusra di wilayah sekitar pembangunan PLTP Atadei.

General Manager PLN UIP Nusra, RDW. Manurung, mengatakan penyediaan air bersih merupakan salah satu bentuk komitmen PLN untuk menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung masyarakat.

“Kami ingin kehadiran PLN memberikan manfaat yang menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Akses air bersih merupakan kebutuhan penting, sehingga kami berupaya mendukung masyarakat agar dapat memperoleh sumber air yang lebih mudah dan memberikan dampak bagi peningkatan kualitas hidup,” ujar Manurung.

Jaringan air bersih ini tidak berhenti di Lewokoba. Pengembangannya juga diarahkan untuk mendukung masyarakat Desa Lerek dan Dusun Bauraja, Desa Nuba Atalojo.

Program Desa Berdaya juga menyentuh sisi ekonomi masyarakat. Di Desa Nubahaeraka, PLN bersama Yayasan PAPHA Indonesia memberikan pendampingan kepada kelompok tani dan kelompok perempuan untuk mengembangkan kacang tanah, tanaman biofarmaka dan hortikultura.

Bagi masyarakat Lewokoba, perubahan itu kini dimulai dari sesuatu yang sangat sederhana: air yang mengalir.

Dulu, air harus dicari dengan berbagai cara. Kini, air datang lebih dekat ke rumah-rumah warga.

Di tengah tawa para ine-ine yang menyambutnya, aliran air bersih itu menjadi lebih dari sekadar fasilitas. Ia membawa harapan agar kehidupan masyarakat menjadi lebih sehat, pekerjaan rumah tangga lebih ringan dan masa depan anak-anak Lembata tumbuh dengan kehidupan yang lebih baik.

Air akhirnya mengalir di Lewokoba.

Bersama alirannya, harapan baru pun tumbuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....