Tegap dan Anggun, Langkah Maria Marisa Wong Pembawa Baki Merah Putih di Natas Labar
- 17 Agt 2026 11:22 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai – Dengan langkah tegap dan penuh percaya diri, Maria Marisa Wong berjalan menuju lapangan Natas Labar, Ruteng. Siswi SMAK Fransiskus Ruteng itu menjalankan tugas istimewa sebagai pembawa baki Bendera Merah Putih dalam Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Manggarai, Senin 17 Agustus 2026.
Di tengah khidmatnya upacara, perhatian tertuju pada Maria yang membawa baki dengan penuh ketenangan. Setiap langkahnya menjadi bagian penting dari prosesi pengibaran Sang Saka Merah Putih di hadapan peserta upacara dan masyarakat yang menyaksikan dari tribun.
Maria dipercaya mengemban tugas tersebut setelah melewati rangkaian seleksi bersama 15 peserta didik terbaik lainnya yang dikukuhkan sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Manggarai Tahun 2026.
Bagi Maria, kepercayaan itu bukan sekadar tugas seremonial. Di balik langkah tegap yang ditampilkannya, ada proses latihan, kedisiplinan, serta tanggung jawab yang harus dijalani dengan sungguh-sungguh.
Perasaan haru dan bangga pun menyelimuti dirinya setelah berhasil menuntaskan tugas tersebut. Maria yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke Akademi Kepolisian (Akpol) itu mengaku berusaha memberikan penampilan terbaik di hadapan masyarakat Manggarai.
"Saya sangat bangga dan terharu hingga bisa melakukannya dengan sangat baik. Pokoknya ada rasa bangga yang luar biasa," ungkap Maria usai ucapan kepada RRI.
Kebanggaan serupa dirasakan sang ayah, Mas Din, yang menyaksikan langsung momen tersebut dari tribun penonton. Ia mengaku haru melihat perjuangan putrinya sejak mengikuti seluruh rangkaian persiapan hingga akhirnya mampu menuntaskan tugas pada upacara kemerdekaan.
"Saya sangat bangga dan terharu. Maria sangat semangat berjuang mengikuti seluruh proses acara 17 Agustus ini. Keberhasilannya bisa menjadi teladan bagi teman-teman sebaya lainnya," ujar Mas Din.
Menurutnya, keberhasilan Maria tidak terlepas dari ketekunan dan kemauan untuk menjalani setiap proses. Keluarga pun, kata dia, terus memberikan dukungan agar Maria dapat berkembang dan meraih cita-citanya.
"Kami sebagai orang tua memberikan dukungan yang sangat positif. Kami mendukung penuh, baik secara moral, fisik, maupun mental, semuanya demi masa depan dia," pungkasnya.
Bagi Maria, langkah di Natas Labar pada pagi itu bukan hanya tentang menjalankan tugas sebagai pembawa baki. Momen tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus pengingat bahwa sebuah kepercayaan lahir dari proses, disiplin, dan keberanian untuk memberikan yang terbaik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....