Komunitas Ntala Indonesia Promosikan Manggarai Melalui Lukisan
- 28 Jul 2026 08:00 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai – Goresan lukisan bertema budaya dan keindahan alam Manggarai menjadi salah satu daya tarik dalam Bazar UMKM Manggarai yang berlangsung di halaman GOR Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai pada 22–25 Juli 2026.
Berbagai karya yang menampilkan Desa Wisata Wae Rebo, Pulau Padar, Komodo, rumah adat Manggarai, hingga panorama alam Flores menarik perhatian pengunjung. Seluruh karya tersebut merupakan hasil kreativitas para seniman yang tergabung dalam Komunitas Ntala Indonesia di Ruteng.
Pendiri Komunitas Ntala Indonesia, Teo, mengatakan komunitas tersebut lahir pada 2021 di tengah pandemi Covid-19 sebagai wadah bagi masyarakat kreatif untuk berkarya sekaligus memperkenalkan identitas budaya Manggarai."Kami adalah UMKM di Manggarai yang berdiri sejak tahun 2021, saat pandemi Covid-19. Di saat banyak sektor terhenti, kami justru memilih bangkit dan memulainya lewat seni," ujar Teo kepada RRI.
Nama Ntala, yang dalam bahasa Manggarai berarti bintang atau cahaya, dipilih sebagai simbol harapan yang terus menyala. Berawal dari rumah sederhana di depan SLB Karya Murni Ruteng, komunitas tersebut berkembang menjadi ruang kreatif bagi para seniman lokal.
Teo mengaku kecintaannya terhadap dunia lukis sejak kecil mendorongnya memanfaatkan masa pandemi untuk membangun usaha berbasis seni yang tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk ikut berkarya."Saya memang seorang pelukis sejak kecil. Saat pandemi saya berpikir, mengapa tidak memanfaatkan kemampuan ini untuk membuat sesuatu yang bermanfaat. Dari situ muncul harapan agar karya ini tidak hanya berguna bagi saya, tetapi juga bagi masyarakat kreatif yang ingin bergabung," katanya.
Menurut Teo, ide mendirikan komunitas tersebut juga berangkat dari keprihatinannya melihat dominasi produk seni dari luar daerah di berbagai galeri di Labuan Bajo. Ia ingin menghadirkan karya yang mencerminkan identitas Manggarai sekaligus memperkuat keberadaan jenama lokal.
Saat ini, Komunitas Ntala Indonesia memiliki delapan anggota yang memproduksi berbagai karya seni, mulai dari lukisan di atas kanvas, tas lukis, hiasan dinding, hingga produk kriya dengan motif khas Manggarai.
Teo mengatakan tema wisata dan budaya lokal menjadi produk yang paling diminati pembeli. Lukisan Pulau Padar, Wae Rebo, Komodo, dan rumah adat Manggarai banyak diburu wisatawan domestik maupun mancanegara."Selama ini tema yang paling diminati adalah yang berkaitan dengan alam dan kearifan lokal. Lukisan Pulau Padar paling cepat habis, begitu juga Wae Rebo dan Komodo. Tema-tema itu juga kami terapkan pada produk lain seperti tas lukis," ungkapnya.
Selain menghasilkan karya seni, Komunitas Ntala Indonesia juga membuka ruang bagi perempuan dan penyandang disabilitas untuk mengembangkan bakat sekaligus memperoleh penghasilan dari hasil karya mereka.
Dalam memperluas pasar, komunitas tersebut memanfaatkan media sosial, seperti Instagram, TikTok, dan Facebook, sebagai etalase digital. Namun, Teo mengakui keterbatasan modal masih menjadi tantangan utama dalam mengembangkan usaha."Kendala utama kami adalah modal untuk menjaga stok barang. Sejak awal kami menggunakan modal sendiri. Sampai sekarang belum pernah mendapat bantuan dana langsung. Kalau ada dukungan, biasanya dalam bentuk pembelian produk," ujarnya.
Ia berharap pemerintah dan berbagai pihak dapat menyediakan lebih banyak ruang pamer serta dukungan pengembangan usaha bagi pelaku ekonomi kreatif. Menurutnya, keberadaan galeri yang representatif akan menjadi wadah bagi seniman lokal untuk berkarya sekaligus memperkenalkan identitas Manggarai kepada masyarakat yang lebih luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....