Sentuhan Empati Bhabinkamtibmas, Hidupkan Kembali Harapan Keluarga Sederhana
- 27 Mar 2026 15:04 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai - Pagi itu, Jumat, 27 Maret 2026, matahari belum sepenuhnya terik ketika langkah seorang polisi berhenti di sebuah rumah sederhana di Kampung Nanga Banda, Kelurahan Baru, Kecamatan Reok. Di balik kesibukan tugasnya, Syamsul Rizal memilih menyisihkan waktu untuk sesuatu yang jauh lebih mendasar yakni kemanusiaan.
Sebagai Bhabinkamtibmas, ia datang bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi membawa kepedulian bagi keluarga kecil yang tengah diuji keadaan. Di rumah itu, Bapak Hubertus Usu menyimpan kecemasan yang tak mudah diungkapkan.
Sang istri, Maria Fransiska Katrina Keli, harus berjuang melawan diabetes yang menggerogoti kesehatannya. Di tengah kebutuhan perawatan yang rutin, harapan mereka sempat terhenti karena kartu BPJS yang tidak lagi aktif.
Akses kesehatan terasa jauh, seolah menjadi kemewahan yang sulit dijangkau. Namun hari itu, keadaan mulai berubah. Dengan ketulusan, Aipda Syamsul Rizal tidak hanya mendengar, tetapi bertindak.
Ia mendampingi Hubertus menuju Puskesmas Reo, memastikan persoalan administrasi yang menghambat bisa diselesaikan. Di sana, tangan-tangan yang peduli saling terhubung, termasuk Kepala Puskesmas Serafia Saninda Genok yang sigap merespons situasi tersebut.
Tak butuh waktu lama, harapan yang sempat redup kembali menyala. BPJS keluarga itu berhasil diaktifkan kembali, dan akses pengobatan untuk Maria pun terbuka tanpa biaya. Di balik proses yang tampak sederhana, tersimpan makna besar—bahwa kehadiran seseorang yang peduli mampu mengubah arah kehidupan orang lain.
Bagi Hubertus, bantuan itu bukan sekadar layanan kesehatan, melainkan bukti ia tidak sendiri. Sementara bagi Syamsul Rizal, ini adalah bagian dari panggilan hati jika menjaga keamanan juga berarti menjaga kemanusiaan.
Di sudut kecil Reok, kisah ini menjadi pengingat bahwa empati, sekecil apa pun, dapat menghadirkan harapan yang begitu besar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....