Tips Memulai Hidup Baru usai Ramadhan Lebih Baik
- 25 Mar 2026 08:46 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende– Momentum Ramadhan menjadi waktu terbaik bagi umat Muslim untuk memperbaiki diri. Hal ini disampaikan Ustadz Abdul Aziz Yasin, S.Sy dalam program TAULADAN (Tanya Ustad di Bulan Ramadhan) Pro 2 RRI Ende melalui sambungan telepon, Minggu 15 Maret 2026.
Dalam perbincangan tersebut, Ustadz Abdul Aziz menjelaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan “madrasah” yang membentuk pribadi bertakwa melalui ibadah seperti puasa, shalat malam, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak doa. “Tujuan utama dari Ramadhan adalah membentuk ketakwaan. Maka, memulai hidup baru setelah Ramadhan berarti bagaimana kita menjaga nilai-nilai itu dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
| Baca juga: Menjaga Asa lewat Helai Tenun Wolowaru |
Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam beribadah meskipun dengan amalan sederhana. Menurutnya, amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus, walaupun sedikit.
Selain itu, menjaga akhlak juga menjadi poin penting. Ustadz Abdul Aziz mengingatkan bahwa puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih pengendalian diri, seperti menjaga lisan, menahan amarah, dan menjauhi perbuatan sia-sia. “Nilai-nilai yang dilatih selama Ramadhan harus terus dibawa setelahnya. Jangan sampai setelah Ramadhan, kita kembali ke kebiasaan lama,” katanya.
| Baca juga: Ramadan dan Doa di Ujung Dermaga |
Bagi generasi muda, ia memberikan beberapa tips agar tetap istiqamah, di antaranya memulai dari amalan kecil namun rutin, menjaga lingkungan pertemanan yang baik, serta melanjutkan ibadah sunnah seperti puasa enam hari di bulan Syawal. Ia juga menegaskan bahwa kesempatan untuk memperbaiki diri selalu terbuka, bahkan bagi mereka yang merasa ibadahnya belum maksimal selama Ramadhan. Menurutnya, pintu taubat tidak pernah tertutup selama manusia masih hidup.
Di akhir perbincangan, Ustadz Abdul Aziz mengajak anak muda untuk menjadikan Ramadhan sebagai titik balik dalam kehidupan. Ia mengingatkan bahwa tidak ada jaminan seseorang akan kembali bertemu Ramadhan berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....