Dari Marbot Masjid ke Direktur Klinik: Jalan Sunyi dr. Baim Membangun NTT

  • 22 Feb 2026 15:15 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Sosok dr. Muhammad Ibrahim Sengaji, MARS, (36) atau akrab disapa dr. Baim membagikan kisah inspiratifnya dalam membangun mimpi membangun fasilitas kesehatan di Nusa Tenggara Timur. Pernyataan ini ia sampaikan setelah menjadi narasumber pada Obrolan Kesehatan program Indonesia Sehat Pro1 RRI Ende, Jumat, 20 Februari 2026.

Pria kelahiran Adonara, Flores Timur (FLOTIM), Nussa Tenggara Timnur, ini sempat menjalani masa sulit sebagai marbot masjid saat menempuh pendidikan dokter di Jawa Timur. Demi menekan biaya hidup, ia rela membersihkan masjid dan mengumandangkan azan demi mendapatkan fasilitas makan gratis dari rumah sakit.

Pengalaman hidup di RS Muhammadiyah Lamongan menjadi pemantik semangat dr. Baim untuk membawa perubahan di tanah kelahirannya. Ia terpukau melihat perkembangan klinik kecil yang mampu bertransformasi menjadi rumah sakit besar dengan ratusan karyawan produktif.

Keteguhan hati dr. Baim semakin teruji saat ia secara berani menyatakan ambisinya menjadi Direktur Rumah Sakit Muhammadiyah NTT. Padahal, saat cita-cita itu diucapkan di hadapan para kolega, fasilitas kesehatan yang ia impikan tersebut belum berdiri.

Berbeda dengan rekan sejawatnya yang memilih jalur spesialisasi medis, dr. Baim lebih fokus pada manajemen rumah sakit strategis. Langkah ini diambil karena ia menyadari bahwa NTT sangat membutuhkan tata kelola fasilitas kesehatan yang modern dan mandiri.

Lulusan Universitas Muhammadiyah Malang ini bahkan sempat mengunggah sebuah foto penuh filosofi pada akun media sosial pribadinya tahun 2016. Dalam unggahan tersebut, ia berjanji suatu saat akan berdiri tegak di depan Rumah Sakit Muhammadiyah Nusa Tenggara Timur.

Dedikasi putra daerah asal Wulanggitang ini membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang besar untuk memiliki visi yang melangit. Ia ingin membuktikan bahwa putra asli Flores mampu memimpin institusi kesehatan yang profesional di rumahnya sendiri.

Kini, dr. Baim telah menjadi Direktur Klinik Muhammadiyah Ende, Nusa Tenggara Timur, hal ini membuktikan langkah konkret demi mewujudkan impian yang dianggap mustahil oleh sebagian orang tersebut. Perjuangannya menjadi cermin bagi generasi muda NTT untuk berani bermimpi dan kembali membangun daerah dengan keahlian masing-masing.buatkan feature humanis

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....