Yosefa Lili Londa : Dokter Bukan Sekadar Jas Putih Profesi

  • 31 Jan 2026 12:30 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Menjadi seorang dokter bukan semata tentang mengenakan jas putih yang rapi, melainkan sebuah panggilan jiwa untuk memberikan solusi medis bagi sesama. Hal tersebut disampaikan dr. Yosefa Lily Londa saat menjadi narasumber Dialog Kesehatan dalam Program Indonesia Sehat Pro 1 RRI Ende, Jumat, 30 Januari 2026.

Dokter Yosefa mengungkapkan bahwa motivasinya menekuni dunia kedokteran berkembang dari sekadar cita-cita masa kecil menjadi keinginan kuat untuk memberi “penerangan” bagi pasien, terutama dalam memahami kondisi kesehatan yang mereka alami.

Sebagai dokter umum yang sehari-hari bertugas di Klinik Martin De Pores, Jalan Ponegoro, Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, dr. Yosefa menyoroti masih kuatnya pengaruh mitos dan praktik perdukunan di tengah masyarakat. Kondisi ini, menurutnya, kerap menghambat proses penyembuhan yang seharusnya bisa dilakukan secara medis.

Ia mengaku kerap merasa prihatin melihat pasien datang dalam kondisi yang sudah berat, padahal secara teori medis penyakit tersebut dapat ditangani lebih dini jika masyarakat lebih mengutamakan tindakan kesehatan berbasis medis.

Bagi dr. Yosefa, faktor spiritual dalam profesi dokter tidak hanya terletak pada proses penyembuhan fisik, tetapi juga pada kemampuan memberikan harapan dan ketenangan batin bagi pasien. Kepuasan tertinggi dirasakannya ketika pasien tidak merasa putus asa menghadapi penyakit yang diderita.

Ia menegaskan, peran dokter tidak berhenti pada pemberian resep obat, tetapi juga menjadi jembatan informasi agar pasien memahami tahapan pengobatan. Banyak pasien, kata dia, menganggap pengobatan gagal hanya karena belum melihat hasil instan setelah mengonsumsi obat dalam waktu singkat.

Padahal, dunia kedokteran memiliki tahapan pemeriksaan yang luas, mulai dari dokter umum hingga rujukan ke dokter spesialis serta pemeriksaan penunjang lainnya. Pemahaman ini penting agar pasien tetap optimis dan tidak terjebak dalam ketidakpastian yang justru memperburuk kondisi kesehatan.

Menutup dialog, dr. Yosefa berpesan agar masyarakat tidak mudah menyerah dan tidak ragu mencari opini medis kedua bila diperlukan. Menurutnya, keberhasilan seorang dokter tidak hanya diukur dari kesembuhan fisik pasien, tetapi juga dari rasa tenang dan motivasi hidup yang kembali tumbuh dalam diri pasien.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....