Program AYEP Perkenalkan Budaya Indonesia Lewat Tari Saman
- 27 Jan 2026 12:20 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Program Australia–Indonesia Youth Exchange Program (AYEP) 2025 menjadi ruang perkenalan budaya Indonesia melalui kegiatan culture performance di Australia. Dalam kegiatan tersebut, delegasi Indonesia memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada masyarakat internasional sebagai bagian dari pertukaran budaya antarnegara.
Salah satu penampilan utama dalam culture performance AYEP 2025 adalah Tari Saman dari Aceh yang dibawakan oleh delegasi Indonesia. Tarian tradisional ini dikenal memiliki gerakan cepat, kompak, serta membutuhkan konsentrasi dan kekompakan tinggi antarpenari.
Delegasi asal Nusa Tenggara Timur, Petrasia Gani, turut mempelajari dan menampilkan Tari Saman dalam program tersebut. Ia mengungkapkan bahwa mempelajari tarian ini menjadi salah satu pengalaman paling menantang selama mengikuti AYEP 2025.
Tari Saman dipilih sebagai simbol persatuan dan kekayaan budaya Indonesia di hadapan delegasi internasional. Melalui tarian tersebut, keberagaman budaya Indonesia disatukan dalam satu pertunjukan seni yang kuat dan bermakna.
Latihan Tari Saman dilakukan secara rutin sejak masa persiapan program sebelum keberangkatan ke Australia. Para delegasi diwajibkan mengirimkan video latihan setiap minggu kepada mentor sebagai bentuk evaluasi dan peningkatan kemampuan.
“Kalau satu orang salah, semuanya terlihat salah,” ujar Petrasia saat berbagi pengalaman dalam obrolan Generasi Prestasi Pro 2 RRI, Jumat, 9 Januari 2026. Menurutnya, Tari Saman melatih kedisiplinan, fokus, serta kerja sama tim yang tinggi.
Hal menarik lainnya, delegasi Indonesia juga mengajarkan Tari Saman kepada delegasi Australia. Sebanyak 21 delegasi Indonesia dan 21 delegasi Australia kemudian tampil bersama membawakan Tari Saman di atas panggung.
“Ini salah satu momen paling membanggakan selama AYEP,” ujar Petra. Ia menilai, keterlibatan delegasi Australia dalam Tari Saman menjadi bukti bahwa budaya Indonesia dapat diterima dan diapresiasi secara global.
Melalui kegiatan ini, AYEP tidak hanya menjadi ajang pembelajaran budaya, tetapi juga sarana mempererat persahabatan antarbangsa. Program ini membuktikan bahwa seni mampu menjadi bahasa universal yang menyatukan perbedaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....