Pokdawis Cunca Pelias Gelar Seremonial Adat
- 15 Jan 2026 19:57 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Pagi hingga petang di hari Kamis, 15 Januari 2026, langit di atas Kampung Langgo tak lagi segarang seperti hari-hari sebelumnya. Setelah didera cuaca ekstrem beberapa waktu sebelumnya, saat ini alam seolah telah sepakat untuk bersahabat dengan menyisakan udara sejuk, suasana tenang dan nyaman.
Di tengah kedamaian yang indah itu, sebuah tradisi sakral bertajuk Ritual Adat Cunca Plias digelar. Ritual yang menjadi urat nadi spiritualitas warga setempat ini terasa kian istimewa.
Keheningan doa-doa adat tidak hanya dihadiri oleh masyarakat lokal, tetapi juga disaksikan langsung dengan penuh takzim oleh sejumlah wisatawan asal Spanyol dan Prancis. Bagi para pelancong Eropa ini, momen ini bukan sekadar tontonan, namun menjadi jendela untuk melihat betapa eratnya hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta dan alam semesta.
Ritual dimulai dari jantung tradisi, Rumah Adat (Mbaru Gendang) Kampung Langgo dan Compang Langgo. Di sana, para tokoh adat bersama anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Cunca Plias merapalkan doa-doa pembuka dengan khidmat.
Selanjutnya perjalanan spiritual menuju sumber air minum warga, sebuah simbol kehidupan yang harus terus dijaga kesuciannya. Puncaknya, seluruh rombongan bergerak menuju gemuruh sakral Air Terjun Cunca Plias. Di hadapan tirai air yang megah, ritual syukur dilarungkan.
Ketua Pokdarwis Cunca Plias, Robert Perkasa menjelaskan bahwa ritual ini membawa misi yang mendalam. Selain sebagai bentuk syukur atas segala keberhasilan di tahun yang lalu, prosesi ini adalah bentuk "pagar gaib" bagi siapa saja yang menginjakkan kaki di Desa Wisata Seribu Air Terjun Wae Lolos.
"Kami memohon kepada leluhur dan Sang Pencipta agar seluruh wisatawan yang datang ke sini dijauhkan dari mara bahaya. Kami ingin setiap orang yang datang pulang dengan kenangan indah, tanpa ada kecelakaan atau hal yang tidak diinginkan," ujar Robert di sela-sela ritual.
Momen ini juga menjadi tonggak sejarah bagi kemandirian desa. Ritual adat ini digelar bertepatan dengan dimulainya operasional kantor baru Pokdarwis yang berfungsi sebagai Tourist Information Center (TIC). Fasilitas ini, bersama dengan sarana penunjang seperti toilet bersih yang merupakan bantuan dari Bank Indonesia, diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan bagi wisatawan mancanegara maupun domestik.
Cuaca yang tiba-tiba bersahabat hari ini seolah menjadi "restu" dari alam bagi masyarakat Wae Lolos. Saat bahan sesajian persembahan dan rapalan doa menyatu dengan suara air terjun, ada harapan besar bahwa Cunca Plias tidak hanya akan dikenal karena keindahan visualnya, tetapi juga karena kehangatan doa dan keteguhan adatnya.
Bagi wisatawan Spanyol dan Prancis yang hadir, hari ini bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan sebuah ziarah budaya yang akan mereka ceritakan saat kembali ke negeri asal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....