Anak-Anak Kompleks Tanabe Ambugaga Gemar Membaca

  • 13 Nov 2025 08:21 WIB
  •  Ende

KBRN, Ende: Setiap hari Minggu pagi, suasana di Saung Baca ACIL, yang berlokasi di Kompleks Tanabe Ambugaga, Kelurahan Kota Raja, Kabupaten Ende, selalu ramai oleh tawa dan semangat anak-anak. Mereka datang dengan antusias, membawa buku kesayangan, atau sekadar duduk bersila sambil membaca bersama teman-teman.

Kegiatan yang dikenal dengan sebutan “Giat Membaca Minggu Ceria” ini menjadi wadah bagi anak-anak di sekitar kompleks untuk menumbuhkan minat baca sejak dini. Saung Baca ACIL didirikan sebagai ruang literasi terbuka bagi masyarakat, terutama anak-anak, agar memiliki akses mudah terhadap buku bacaan yang edukatif dan menyenangkan.

Menurut pengelola Saung Baca ACIL, Umar Hamdan, kegiatan membaca setiap Minggu ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari upaya membangun budaya literasi di lingkungan masyarakat.

“Indahnya berliterasi itu terasa ketika anak-anak datang dengan senyum, memegang buku, dan mulai bertanya tentang isi cerita yang mereka baca. Literasi bukan hanya soal membaca, tapi juga soal membentuk karakter, imajinasi, dan empati,” ungkap Umar Hamdan dengan penuh semangat.

Kegiatan di Saung Baca ACIL tidak hanya berfokus pada membaca buku. Setiap sesi biasanya dilengkapi dengan dongeng interaktif, permainan edukatif, lomba menulis dan menggambar, hingga diskusi ringan tentang cerita-cerita inspiratif. Tujuannya adalah menciptakan suasana belajar yang menyenangkan agar anak-anak tumbuh dengan kecintaan terhadap pengetahuan.

Kegiatan literasi ini berjalan berkat dukungan dari para relawan muda dan masyarakat sekitar. Banyak orang tua yang kini ikut berpartisipasi, menemani anak-anak mereka membaca dan membantu mengelola Saung Baca. Beberapa donatur juga turut menyumbangkan buku bacaan anak-anak, buku pengetahuan umum, dan alat tulis untuk kegiatan mingguan tersebut.

“Harapan kami, kegiatan sederhana ini bisa menginspirasi warga lain di Ende untuk membuka ruang literasi di lingkungan masing-masing. Karena membaca adalah jendela dunia, dan anak-anak kita perlu memiliki jendela itu sejak dini,” tambah Umar Hamdan.

Saung Baca ACIL kini menjadi salah satu contoh nyata gerakan literasi berbasis komunitas di Kabupaten Ende. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kegiatan ini terus berjalan secara konsisten setiap Minggu pagi, menjadi ruang belajar alternatif yang penuh warna dan harapan.

“Buku membuat anak-anak berani bermimpi. Dan dari saung kecil ini, kami ingin menyalakan cahaya literasi bagi masa depan mereka,” ucap Umar Hamdan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....