Langkah Penjelajah Timur: Berlari Mengalirkan Harapan dan Kehidupan
- 26 Okt 2025 18:53 WIB
- Ende
KBRN, Ende: Mentari sore memudar di langit Nusa Tenggara Timur ketika para pelari Jelajah Timur 2025 menapaki medan berbatu menuju garis akhir. Tubuh mereka mungkin lelah, namun semangat di dada tetap menyala — karena setiap langkah bukan sekadar mengejar jarak, melainkan menghadirkan harapan akan air bersih bagi ribuan warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, para penjelajah tak hanya berlari. Mereka turun langsung ke desa penerima manfaat, merasakan sendiri perjuangan warga untuk mendapatkan air. Dengan jerigen di tangan, mereka meniti jalan curam menuju embung, menimba air yang keruh dan berat.
Momen sederhana itu menjadi pengalaman yang membekas — membuka empati dan kesadaran akan betapa mahalnya setetes air bagi kehidupan di pelosok NTT. Bagi Kelly Tandiono, aktor dan model yang berlari di kategori 53 kilometer, Jelajah Timur bukan sekadar uji ketahanan fisik. “Berlari di Jelajah Timur bukan hanya tentang kekuatan tubuh, tetapi tentang empati dan aksi nyata. Saya ingin setiap langkah saya membawa harapan bagi anak-anak di NTT agar mereka punya masa depan yang lebih setara,” ujarnya.
Hal serupa dirasakan oleh Tarman Pabelai, guru sekaligus pelari asal Sulawesi. “Saya sering membawa jerigen ke kelas untuk menjelaskan kepada murid tentang krisis air bersih di daerah lain. Di Jelajah Timur, saya tak lagi sekadar bercerita — saya melakukannya sendiri. Ini pendidikan yang hidup,” katanya dengan mata berbinar.
Sejumlah figur inspiratif pun turut ambil bagian dalam lari amal ini: Adita Irawati (Dewan Penasihat Plan Indonesia), serta para pegiat olahraga dan influencer seperti Diah Makece, Nicky Hogan, Carla Felany, dan Erry Permana. Mereka menunjukkan kreativitas luar biasa dalam menggalang donasi, dari trail run amal, kelas yoga, hingga pembuatan merchandise khusus yang hasilnya disumbangkan untuk akses air bersih.
Sejak 17 Agustus hingga 10 November 2025, kampanye Jelajah Timur telah mengumpulkan donasi publik lebih dari Rp1 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun dan memperluas sarana air bersih di tiga desa di Kabupaten Nagekeo: Tengatiba, Wajo, dan Ngegedhawe, termasuk edukasi WASH (Water, Sanitation, and Hygiene) dan konservasi sumber air selama tiga tahun ke depan.
Lebih dari sekadar olahraga ekstrem, Jelajah Timur – Run for Equality adalah gerakan kemanusiaan. Sejak pertama kali digelar pada 2019, kampanye ini telah mengumpulkan Rp11,9 miliar dan memberi manfaat bagi lebih dari 26.000 warga di wilayah timur Indonesia.
Tahun 2024, inisiatif ini bahkan meraih penghargaan dari Asian Philanthropy Forum di Haikou, Tiongkok, sebagai salah satu kampanye filantropi paling inspiratif di Asia. Melalui langkah-langkah kecil para penjelajah, air bersih kini bukan lagi sekadar mimpi bagi banyak anak di NTT — melainkan janji akan kehidupan yang lebih sehat, setara, dan penuh harapan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....