Wisung Fatima Lela Disesaki Peziarah dari Berbagai Daerah

  • 16 Okt 2025 07:28 WIB
  •  Ende

KBRN, Ende: Ribuan peziarah memadati jalan-jalan di Desa Lela, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), sejak pagi hari, Senin, 13 Oktober 2025. Kehadiran mereka untuk mengikuti puncak Ribuan peziarah, tempat yang sarat sejarah spiritual umat Katolik di Flores.

Para peziarah datang dari berbagai daerah, mengenakan pakaian adat masing-masing. Meski berbeda latar belakang, mereka bersatu dalam semangat devosional kepada Bunda Maria Fatima.

Lela, sebuah desa pesisir di selatan Pulau Flores, telah menjadi saksi perjalanan iman Katolik selama lebih dari tujuh dekade. Tempat ini memiliki ikatan historis kuat dengan lahirnya devosi kepada Bunda Maria di wilayah Keuskupan Maumere.

Devosi itu tumbuh sejak 5 Oktober 1947, pasca seruan Paus Pius XII agar dunia menyerahkan harapan perdamaian kepada Bunda Maria. Pastor Paroki Lela saat itu, Pater Herman Bolscher SVD, bersama tokoh adat Kapitan Kristianus da Silva, memulai ziarah iman bersama umat setempat.

Kerinduan akan simbol fisik devosi terwujud pada 20 April 1949, saat Arca Bunda Maria Fatima tiba di pelabuhan Sadang Bui. Arca hadiah Pater M. Marinus van Es SVD itu kemudian ditahtakan di Pastoran Lela sebelum dipindahkan ke lokasi permanen.

Lahan untuk pentaktaan diberikan oleh para Tana Pu’ang—tokoh adat pemilik tanah—di lereng bukit Lela yang indah. Sketsa arsitektural tempat ziarah dipilih dari rancangan Pater Piet Noy SVD, yang kemudian diwujudkan melalui peletakan batu pertama oleh Raja Don Thomas da Silva pada 10 Juni 1949.

Tempat ziarah ini resmi diberkati pada 16 Agustus 1949 oleh Mgr. Heinrich Leven SVD, dan menjadi titik ziarah umat dari berbagai kampung. Mereka datang dengan kuda, kapal layar, hingga truk kayu dari daerah-daerah seperti Nita, Bloro, Bola, dan Palue.

Pada 13 Oktober 2014, tempat ini dianugerahi status "Sanctuarium", menjadikannya situs ziarah Maria pertama di Indonesia dengan pengakuan resmi sebagai tempat kudus. Penobatan ini dipimpin Uskup Maumere, Mgr. Kherubim Parera SVD, dalam sebuah misa syukur akbar.

Tahun ini, peringatan ke-76 ziarah digelar dalam tema "Berziarah Bersama Maria Menuju Sumber Pengharapan". Rangkaian acara dimulai sejak 9 Oktober melalui Tri Duum, lalu berpuncak pada 13 Oktober dengan prosesi, ekaristi, dan ziarah Golgota.

Perayaan Ekaristi utama dipimpin oleh Uskup Maumere saat ini, Mgr. Ewaldus Martinus Sedu. Meski sempat diguyur hujan dan di bawah terik matahari, umat tetap khidmat mengikuti setiap tahap perayaan dengan penuh iman dan sukacita.

Ziarah tahunan ini menjadi wujud cinta tak henti umat kepada Bunda Maria, yang diwariskan lintas generasi. Dari desa kecil di Tanah Flores, gema Rosario terus menyuarakan harapan akan damai dunia dalam pelukan kasih Bunda Maria.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....