Elmany Homestay, Cerita Pensiun yang Menghidupkan Pariwisata Lembata
- 13 Okt 2025 12:12 WIB
- Ende
KBRN, Lembata: Di ujung selatan Pulau Lembata, tepatnya di Desa Lamahora, berdiri sebuah homestay yang mulai ramai diperbincangkan wisatawan dan pelaku pariwisata. Namanya Elmany Homestay & Resto rumah sederhana yang lahir dari kisah pensiunan yang tak mau berhenti berkarya.
Adalah Kedang Paulus dan istrinya Mian Pandjaitan yang menjadi sosok di balik lahirnya homestay ini. Setelah pensiun dan anak-anak mereka beranjak pergi merantau, rumah besar dengan sepuluh kamar itu mendadak terasa lengang. Dari situlah muncul ide untuk membuka pintu rumah bagi tamu-tamu baru dari berbagai penjuru.
“Awalnya kami hanya ingin rumah ini tetap hidup. Tujuh kamar kosong sayang kalau tidak dimanfaatkan. Maka saya bilang ke istri, bagaimana kalau kita buka resto saja? Tapi Mama Mian bilang, Saya juga pensiun, saya juga mau punya aktivitas. Akhirnya kami sepakat buka homestay,” ujar Paulus sambil tersenyum saat berbincang bersama RRI, Jumad, (10/10/2025).
Elmani Homestay & Resto diresmikan dan diberkati secara Katolik pada 6 September 2024. Sejak saat itu, tamu mulai berdatangan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Dalam catatan buku tamu mereka, sudah lebih dari seratus pengunjung menginap dan menikmati suasana teduh khas Lembata.
Yang menarik, homestay ini tak sekadar tempat bermalam. Paulus dan istrinya mengelola Elmany dengan semangat edukasi dan budaya. Setiap tanaman di halaman diberi label nama ilmiah, nama lokal, hingga bahasa Inggris, agar bisa menjadi sarana belajar bagi anak sekolah yang berkunjung.
“Ke depan Elmany akan menjadi homestay edukatif, tempat belajar tentang alam dan budaya Lembata. Kami ingin anak-anak tahu nama bunga dan tanaman lokal mereka sendiri,” katanya.
Lebih jauh, Paulus ingin gagasannya menjadi inspirasi bagi masyarakat desa lain. Ia berharap setiap desa wisata di Lembata bisa memiliki satu homestay yang layak agar wisatawan tak hanya datang berkunjung, tapi juga menginap dan berinteraksi lebih lama dengan warga.
“Kalau 20 desa wisata punya homestay yang layak, bayangkan berapa banyak wisatawan yang akan tinggal lebih lama, belanja, dan memberi dampak ekonomi bagi warga. Ini bisa jadi peluang besar, bahkan dikelola lewat BUMDes,” ujarnya penuh semangat.
Bagi Paulus, Elmany bukan sekadar usaha. Ia memandang homestay ini sebagai cara sederhana untuk terus berkontribusi dalam pembangunan pariwisata daerah.
“Sekalipun kami sudah pensiun, kami ingin tetap punya aktivitas untuk ikut membangun Lembata,” ucapnya dengan senyum hangat.
Kini, setiap tamu yang datang ke Elmany bukan hanya mendapat tempat beristirahat, tapi juga kehangatan keluarga baru, cerita budaya, dan pelajaran tentang cinta terhadap tanah sendiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....