Pelestarian Suling Nggolamba Wujud Keberlanjutan Budaya Lio

  • 17 Sep 2025 22:17 WIB
  •  Ende

KBRN, Ende: Musik tradisional Lio Ende tetap hidup melalui instrumen suling dan nggolamba, dua warisan budaya bernilai luhur. Alunan suling berpadu dengan tabuhan nggolamba mencerminkan identitas sekaligus mempererat persaudaraan masyarakat Lio Ende.

Ketua Pokdarwis Radaara, Pokja Radaara, Kelurahan Onelako, Martinus Wee dalam siaran Bincang Budaya bersama RRI, Rabu (10/09/2025) mengatakan bahwa suling dan nggolamba sangat penting bagi kebersamaan. “Arti musik suling atau nggolamba bagi orang lio ende merupakan alat nomor satu bagi masyarakat,” ujar Martinus.

Ia menyebut generasi muda menunjukkan respon positif terhadap musik tradisional, meski butuh pendekatan sabar dari orang tua. “Kalau diajak dengan lembut, mereka mau ikut, karena saya selalu katakan, kalau bukan kamu siapa lagi,” ucapnya.

Selain melibatkan anak muda, kunjungan wisatawan juga menjadi pemicu semangat masyarakat untuk terus memainkan musik tradisional. “Setiap tahun ada kunjungan turis, biasanya dua kali setahun, jadi kami harus melatih,” kata Martinus.

Sanggar Rendo Ate juga berupaya mengembangkan kolaborasi dengan alat musik tradisional lain untuk memperkaya harmoni. “Kami akan melatih lagi dengan nggodhengi, kulintang, dan alat musik bambu lainnya,” ujar Martinus.

Dalam adat Lio Ende, nggolamba hanya boleh dimainkan dengan pakaian adat, sehingga kesakralan tetap terjaga. Aturan adat menjadi penyangga identitas agar tradisi musik Lio Ende tidak luntur oleh perkembangan zaman.

Ke depan, keberlanjutan musik suling dan nggolamba dipastikan melalui regenerasi, kolaborasi, pariwisata, serta dokumentasi budaya. Dengan cara itu, warisan musik Lio Ende dapat tetap dikenal lintas generasi dan lintas daerah, ujar Martinus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....