Semangat Hijau Anak Muda untuk Indonesia

  • 23 Jul 2025 15:40 WIB
  •  Ende

KBRN, Ende: Di tengah sorotan terhadap krisis lingkungan dan ancaman kerusakan alam yang terus mengintai, muncul sosok-sosok muda yang memilih untuk tidak tinggal diam. Salah satunya adalah Cahyadi, pengurus komunitas Anak Cinta Lingkungan (ACIL) di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.

Ia menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan melalui aksi nyata di lapangan. Bagi Cahyadi, hal itu adalah bentuk cinta tanah air yang paling mendasar.

“Kalau kita bilang cinta Indonesia, ya harus dimulai dari hal sederhana. Salah satunya menjaga lingkungan tempat kita tinggal,” ujar Cahyadi kepada RRI, Rabu, (23/7/2025).

Bersama komunitas ACIL, Cahyadi rutin menggelar kampanye dan aksi nyata, mulai dari pembersihan sampah, edukasi lingkungan di sekolah-sekolah, hingga penanaman pohon di kawasan rawan longsor. Menurutnya, nasionalisme bukan hanya tentang upacara dan simbol, tetapi tentang tindakan yang berdampak langsung terhadap tanah air.

“Nasionalisme bukan cuma soal mengibarkan bendera, tapi juga bagaimana kita menjaga tanah ini tetap lestari untuk anak cucu,” ucapnya tegas.

Komunitas ACIL dibentuk oleh sekelompok anak muda Ende yang resah melihat semakin banyaknya sampah berserakan di kawasan wisata alam dan pemukiman. Mereka tidak ingin kerusakan lingkungan menjadi warisan untuk generasi berikutnya.

Dari keresahan itu, lahirlah gerakan kecil yang kini telah melibatkan puluhan pemuda-pemudi dari berbagai latar belakang. Bagi Cahyadi, perubahan besar harus dimulai dari kesadaran pribadi.

Ia percaya bahwa mencintai Indonesia tidak perlu menunggu momen besar. Cukup dengan menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, dan menghargai alam sekitar, seorang warga sudah menjalankan nilai-nilai nasionalisme sejati.

“Kalau kita jaga hutan, laut, dan sungai, kita sedang menjaga masa depan Indonesia,” katanya.

Aksi ACIL tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga mulai menarik perhatian pemerintah daerah dan komunitas lain. Beberapa program kolaborasi mulai dibentuk, termasuk pelibatan siswa sekolah dalam edukasi lingkungan hidup berbasis praktik langsung.

Melihat gerakan ini, harapan untuk masa depan Indonesia yang hijau dan lestari kembali tumbuh. Melalui semangat anak-anak muda seperti Cahyadi, cinta pada negeri ini tidak lagi sebatas ucapan, tapi nyata dalam tindakan.

“Kita ini Indonesia, maka kita juga yang harus menjaganya,” kata Cahyadi dengan penuh keyakinan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....