Nada Iman dari Seragam Cokelat Polres Flores Timur
- 19 Mei 2025 07:51 WIB
- Ende
KBRN, Flores Timur: Mentari pagi menyelinap lembut lewat jendela-jendela Gereja Santo Yosep Riangkamie pada Minggu, (18/5/ 2025). Di dalam rumah ibadah yang megah namun sederhana itu, sekitar 500 umat Katolik duduk dengan penuh khidmat, mengikuti perayaan Ekaristi Minggu Paskah ke-V.
Di antara suara liturgi yang bergema, ada harmoni berbeda yang menyentuh hati, koor misa yang dinyanyikan oleh para anggota Polres Flores Timur. Tidak seperti biasanya, barisan paduan suara hari itu mengenakan seragam cokelat khas kepolisian.
Dengan ekspresi penuh penghayatan, para personel Polri menyanyikan lagu-lagu rohani yang tak hanya menggema di ruang gereja, tapi juga menyentuh lubuk jiwa umat yang hadir. Dipimpin oleh Pastor RD. Andreas Fernandez, misa ini tak hanya menjadi momen rohani, tetapi juga simbol nyata dari toleransi dan kebersamaan lintas institusi.
Para anggota Polres Flores Timur yang terlibat dalam koor misa merupakan bagian dari umat Katolik di wilayah itu. Namun, keikutsertaan mereka dalam tugas liturgis kali ini tidak hanya soal menyanyi—melainkan wujud pelayanan, solidaritas, dan kehadiran yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Kegiatan ini adalah bentuk kontribusi positif anggota Polres Flores Timur dalam kehidupan beragama serta upaya mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat, khususnya dalam komunitas Katolik,” ujar IPTU Anwar Sanusi, Kasubsi PIDM Humas Polres Flores Timur.
Suara mereka yang harmonis tidak hanya mengiringi perayaan iman, tapi juga menjadi jembatan batin antara aparat dan rakyat. Di tengah dinamika sosial yang sering kali menempatkan polisi sebagai figur formal dan berjarak, pemandangan ini menghadirkan sisi humanis dan hangat dari institusi kepolisian.
Kehadiran polisi dalam perayaan keagamaan sering kali dipahami sebatas pengamanan. Namun di Gereja Santo Yosep Riangkamie, mereka menjadi bagian dari ritual suci, menyatu dengan umat dalam perayaan iman. Ini adalah potret toleransi yang tak hanya diucapkan, tapi diwujudkan.
Flores Timur, atau yang akrab disapa Lewotana oleh penduduknya, dikenal sebagai tanah yang kaya akan tradisi dan keragaman iman. Di tempat inilah, pesan toleransi dan keberagaman tak sekadar disampaikan lewat kata, melainkan dilantunkan dalam lagu oleh mereka yang berseragam.
Melalui kegiatan seperti ini, Polres Flores Timur menegaskan bahwa membangun bangsa bisa dimulai dari membangun relasi—dari altar gereja, dari nyanyian koor, dan dari senyum hangat yang terjalin antara aparat dan umat.
Di hari itu, di gereja kecil di Riangkamie, suara iman dan nada persaudaraan bergema seiring. Dan dalam harmoni itu, Lewotana pun bernyanyi. Dalam denting-denting lagu rohani yang dilantunkan, ada pesan yang lebih dalam, bahwa keamanan dan kedamaian bukan hanya soal patroli dan penjagaan, tetapi juga tentang keterlibatan hati dan jiwa dalam kehidupan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....