Makna Lampion dalam Perayaan Tahun Baru Imlek
- 23 Jan 2025 08:33 WIB
- Ende
KBRN, Ende: Tahun Baru Imlek selalu identik dengan lampion yang menyinari jalanan, kelenteng, hingga rumah-rumah warga Tionghoa. Lampion tak hanya sekadar hiasan, namun memiliki sejarah dan makna mendalam yang sudah ada sejak zaman Dinasti Han (25-220 M). Sebagai simbol perayaan dan harapan, lampion kini menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Tionghoa, terutama saat merayakan pergantian tahun dalam penanggalan lunar.
Di masa Dinasti Han, lampion pertama kali dibuat dari kayu, bambu, atau jerami gandum yang diikat dengan lilin sebagai sumber cahaya. Bahan seperti sutra atau kertas digunakan untuk melindungi api agar tidak mati tertiup angin. Pada saat itu, lampion digunakan untuk penerangan dan dalam kegiatan ibadah, terutama saat perayaan di hari ke-15 bulan pertama dalam kalender lunar. Seiring berjalannya waktu, lampion mulai digunakan untuk merayakan Festival Lampion, yang terus berlangsung hingga kini.
Pada masa Dinasti Tang (618-907 M), lampion mulai digunakan dalam perayaan-perayaan besar, sebagai bentuk syukur atas kehidupan yang damai. Perayaan dengan lampion ini semakin dikenal luas, bahkan menjadi simbol perayaan Tahun Baru Imlek, yang terus dipelihara oleh generasi-generasi berikutnya.
Lalu, apa sebenarnya makna di balik lampion, terutama yang berwarna merah? Dalam budaya Tionghoa, warna merah pada lampion memiliki makna penting. Merah dipercaya membawa keberuntungan, kemakmuran, dan kebahagiaan. Warna ini melambangkan harapan akan tahun yang penuh rezeki dan kesuksesan. Selain itu, lampion merah juga dipercaya memiliki kekuatan magis untuk mengusir roh jahat.
Legenda Tiongkok mengisahkan tentang makhluk bernama Nian, yang dianggap sebagai simbol kekuatan jahat. Nian, yang digambarkan seperti banteng berkepala singa, sering meneror desa dengan memakan ternak, tanaman, hingga anak-anak. Namun, Nian sangat takut dengan tiga hal: api, suara bising, dan warna merah. Untuk mengusirnya, masyarakat Tionghoa pun mulai menggunakan berbagai benda berwarna merah, termasuk lampion.
Dengan memasang lampion, diyakini dapat melindungi rumah dan keluarga dari ancaman kejahatan, serta membawa keberuntungan. Tradisi ini terus diteruskan hingga kini, menjadikan lampion tidak hanya sebagai dekorasi, tetapi juga sebagai simbol harapan yang mengiringi setiap perayaan Tahun Baru Imlek.
Lampion, yang dulunya hanya sekadar penerangan, kini menjadi lambang harapan dan perlindungan, mengingatkan kita bahwa kebudayaan yang kaya akan nilai-nilai tradisional, tetap hidup dan relevan hingga saat ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....