Listrik dan Pasokan Bahan Baku Jadi Tantangan Good Moni
- 30 Sep 2026 10:47 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Salah satu pelaku usaha kuliner Good Moni di kawasan Moni, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, menghadapi tantangan pasokan bahan baku dan listrik dalam mempertahankan kualitas produk. Kondisi geografis yang jauh dari pusat perdagangan membuat pengelolaan bahan pangan menjadi persoalan utama bagi usaha tersebut.
Pemilik Good Moni, Min Harjan Toya, mengatakan lokasi usaha yang berada di kawasan pedesaan membuat pasokan bahan makanan tidak selalu mudah diperoleh. Dalam obrolan Muda Kreatif RRI, Selasa, 29 September 2026, ia menyebut harus menuju Ende atau Maumere untuk mendapatkan sejumlah kebutuhan seperti ikan dan daging.
Kendala lain berasal dari pemadaman listrik yang kerap terjadi, terutama saat musim hujan. Menurut Min Harjan Toya, pemadaman bahkan dapat berlangsung hingga dua atau tiga hari sehingga berisiko menyebabkan bahan makanan rusak dan harus dibuang.
Situasi tersebut mendorong Good Moni menerapkan pengelolaan bahan pangan secara ketat sejak proses penyimpanan hingga pengolahan. Ia menegaskan kualitas makanan tidak hanya ditentukan ketika hidangan sampai di meja pelanggan, tetapi juga melalui kebersihan dan penanganan bahan sejak awal.
Di tengah keterbatasan itu, keberadaan wisatawan menjadi penopang penting bagi keberlangsungan usaha. Min Toya menyebut kunjungan wisatawan memberikan dampak sekitar 80 hingga 90 persen terhadap usaha kecil di kawasan tersebut, terutama karena wisatawan kerap singgah untuk makan sebelum atau setelah mengunjungi Danau Kelimutu.
Good Moni juga mempertahankan menu lokal seperti nasi bambu dan gulai ikan asap, di samping makanan Indonesia, barat, serta menu fusion. Strategi tersebut memungkinkan usaha menyesuaikan selera wisatawan tanpa meninggalkan identitas kuliner lokal.
Min Toya menilai tantangan tersebut merupakan bagian dari proses membangun usaha. Ia mendorong anak muda untuk tidak takut memulai, belajar dari pengalaman, serta memperdalam pengetahuan daripada menghabiskan waktu pada aktivitas yang kurang produktif.
Keberlangsungan Good Moni menunjukkan UMKM di kawasan wisata tidak hanya bergantung pada produk, tetapi juga kemampuan mengelola keterbatasan logistik, menjaga mutu, dan membaca pergerakan kunjungan wisatawan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....