Undana Gandeng Mitra Internasional Kembangkan UMKM Pariwisata Berkelanjutan

  • 16 Sep 2026 22:50 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nusa Cendana (Undana) menggandeng sejumlah perguruan tinggi internasional dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dalam kegiatan International Collaboration Community Service di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu 16 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Latihan Kerja (BLK) Labuan Bajo tersebut mengusung tema “Go Green, Stay Competitive: Practical Tools for Sustainable Tourism Businesses”. Program ini melibatkan Undana, Universiti Kebangsaan Malaysia, Mulshi Institute of Business Management India, serta Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.

Dekan FEB Undana, Rolland Epafras Fanggidae, mengatakan kegiatan tersebut difokuskan pada peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di sektor pariwisata. Sebanyak 30 UMKM dilibatkan dalam kegiatan pelatihan dan pengembangan kapasitas.

“Dalam kegiatan ini kami melibatkan tiga perguruan tinggi untuk memberikan pelatihan maupun pengembangan kapasitas UMKM yang ada di Labuan Bajo,” ujar Rolland kepada media di sela kegiatan.

Menurutnya, keterlibatan mitra internasional diharapkan tidak hanya menghasilkan pertukaran pengetahuan dan ide, tetapi juga membuka jejaring kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pengelola pariwisata, dan pelaku UMKM di Manggarai Barat.

Selain itu Rolland mengatakan, kehadiran akademisi dan mitra dari luar negeri juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Manggarai Barat sebagai destinasi pariwisata premium kepada jejaring internasional.

Sementara itu, Dosen sekaligus Koordinator Program Studi Manajemen FEB Undana, Debryana Yoga Salean, mengatakan konsep keberlanjutan perlu dipandang sebagai bagian dari daya saing sektor pariwisata.

“Kalau kita mau menembus pasar luar negeri, kita tidak hanya memperhatikan kualitas dan harga premium, tetapi juga aspek keberlanjutan dan hijau. Itu menjadi salah satu pendorong daya saing,” katanya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, pasar internasional semakin memperhatikan tanggung jawab terhadap lingkungan dalam memilih destinasi wisata. Karena itu, pelaku usaha pariwisata di Labuan Bajo dinilai perlu mulai menerapkan prinsip keberlanjutan sejak dini.

Rolland menambahkan, penerapan konsep go green juga penting untuk mengantisipasi dampak pertumbuhan kunjungan wisatawan, khususnya terhadap persoalan sampah dan lingkungan.

Menurutnya, upaya pengelolaan sampah dan praktik usaha yang berkelanjutan tidak seharusnya baru dilakukan ketika persoalan muncul, tetapi perlu menjadi bagian dari pencegahan dan pengelolaan usaha sejak awal.

Selain kegiatan pengabdian internasional, FEB Undana juga akan menggelar International Conference on Economics, Management, Accounting and Tourism (ICEMAT) ke-4 di Labuan Bajo pada Kamis 17 September 2026.

Konferensi tersebut menjadi ruang pertukaran ilmu pengetahuan, ide penelitian, dan jejaring antara akademisi dari berbagai negara dengan pemangku kepentingan di Manggarai Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....