Jessica Rintis Nail Art Sambil Kuliah
- 31 Agt 2026 08:11 WIB
- Ende
Poin Utama
- Jessica Sue merintis Jessica Nail Art secara serius sejak awal 2026.
- Keterampilan nail art dipelajari secara otodidak melalui media sosial.
- Jessica menjalankan layanan home service dan mampu melayani hingga lima pelanggan sehari.
- Pelanggan didominasi kalangan pekerja dan masyarakat yang mempersiapkan acara pesta.
- Desain nude nails, cat eye, french nail, dan chrome nails banyak diminati.
- Tantangan utama Jessica adalah membagi waktu antara kuliah dan bisnis.
- Jessica menargetkan pendirian studio nail art mandiri dari hasil usaha yang dikembangkan.
RRI.CO.ID, Ende - Hobi menghias kuku sejak duduk di bangku SMA membawa Jessica Sue merintis usaha jasa kecantikan Jessica Nail Art di Kota Ende, hal itu diungkapan dalam obrolan di Pro Dua RRI Ende, Rabu 15 Juli 2026. Mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) itu mulai menjalankan bisnisnya secara serius pada awal 2026 dengan mengandalkan keterampilan yang dipelajari secara otodidak.
Jessica memanfaatkan berbagai konten tutorial di media sosial, seperti TikTok dan Instagram, untuk mempelajari teknik menghias kuku tanpa mengikuti kursus resmi. Keraguan sempat muncul karena sejumlah pelaku usaha lain memiliki sertifikasi profesional, namun ia memilih terus mengembangkan kemampuan melalui latihan mandiri.
Di tengah kesibukan menyelesaikan pendidikan dan mempersiapkan ujian skripsi, Jessica menjalankan layanan dengan sistem home service di wilayah Kota Ende. Dalam sehari, ia mampu melayani hingga lima pelanggan dan tidak jarang menerima pesanan tambahan ketika berada di rumah pelanggan.
“Saya belajar nail art sendiri dari rumah melalui tutorial media sosial dan terus berlatih sampai lebih percaya diri,” kata Jessica. “Tantangan terbesar bagi saya adalah membagi waktu antara jadwal kuliah dengan panggilan pelanggan yang terkadang datang bersamaan,” ujarnya.
Jessica mengatakan peminat layanan nail art panggilan di Ende cukup beragam, dengan pelanggan yang banyak berasal dari kalangan pekerja dan mereka yang akan menghadiri acara pesta. Desain seperti nude nails, cat eye, french nail, dan chrome nails menjadi pilihan yang sering diminati, sementara warna merah marun dan cokelat termasuk yang paling banyak digunakan.
Selain manajemen waktu, Jessica juga menghadapi tantangan dalam membangun komunikasi dengan pelanggan karena mengaku memiliki karakter introvert. Untuk menjaga kualitas pelayanan, ia memperhatikan kebersihan peralatan dengan mensterilkan perlengkapan menggunakan alkohol medis setiap selesai melayani pelanggan.
Jessica berharap dapat tetap menjalani profesi sebagai pendidik sekaligus mengembangkan bisnis kecantikan setelah menyelesaikan studi. Dari hasil usaha yang dirintisnya, ia menabung secara mandiri untuk mewujudkan impian memiliki studio nail art sendiri serta mengajak generasi muda berani memulai dari hobi, percaya diri, dan terbuka terhadap kritik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....