Kopi Lamaole Dorong Identitas dan Ekonomi Solor

  • 17 Agt 2026 17:37 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Kopi Lamaole dari Solor, Flores Timur, dikembangkan sebagai identitas dan produk ekonomi daerah untuk membuka peluang ekonomi bagi petani dan pelaku usaha lokal.
  • Kopi Lamaole merupakan kopi Robusta yang diproduksi dengan standar pengolahan Rumah Hanasta milik Eduardus Jong Eda Sogen.
  • Produk kopi khas Solor ditargetkan sebagai oleh-oleh yang dapat dibawa pulang oleh wisatawan dan pengunjung untuk memperkenalkan potensi daerah.

RRI.CO.ID, Flores Timur - Kopi Lamaole dari Solor, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, mulai dikembangkan bukan sekadar sebagai minuman, tetapi sebagai identitas dan produk ekonomi daerah. Pemilik Rumah Hanasta, Eduardus Jong Eda Sogen, mengatakan pengembangan kopi tersebut diarahkan untuk memperkenalkan potensi Solor sekaligus membuka peluang ekonomi bagi petani dan pelaku usaha lokal.

Dalam program UMKM Bicara RRI, Senin, 10 Agustus 2026, Eduardus menjelaskan Kopi Lamaole merupakan kopi Robusta yang diproduksi dengan standar pengolahan Rumah Hanasta. Menurutnya, kehadiran produk tersebut penting karena wisatawan maupun masyarakat yang berkunjung ke Solor dapat membawa kopi khas daerah sebagai oleh-oleh.

Eduardus menyebut pengembangan Kopi Lamaole masih menghadapi tantangan dari sisi hulu, terutama pengelolaan kebun kopi milik desa di Lamaole yang belum maksimal. Karena itu, Rumah Hanasta tengah mendorong kerja sama dengan pemerintah desa untuk memperbaiki pengelolaan kebun, termasuk pemangkasan tanaman setelah panen, sementara kerja sama dengan petani pemilik kebun pribadi telah berjalan sebagai salah satu sumber pasokan.

Dari sisi pasar, Kopi Lamaole telah dipasarkan melalui sejumlah kedai di Larantuka dan pernah diperkenalkan dalam pameran di Sarinah, Jakarta. Eduardus mengatakan respons konsumen cukup positif, bahkan sejumlah warga diaspora Solor di Jakarta baru mengetahui bahwa daerah mereka memiliki kopi khas yang berpotensi dikembangkan.

Ke depan, Rumah Hanasta menargetkan Kopi Lamaole dapat masuk ke etalase minimarket di Flores Timur, NTT, hingga wilayah yang lebih luas. Selain memperluas pasar, pihaknya juga berencana mengolah kopi dari daerah lain di Flores Timur, termasuk Adonara dan daratan Flores Timur, dengan standar pengolahan yang sama untuk memperkuat ekosistem kopi lokal.

Eduardus mengajak petani mempertahankan kebun kopi dan pelaku kedai menggunakan biji kopi lokal untuk memperkenalkan potensi daerah kepada konsumen. Ia menilai pengembangan kopi tidak perlu dipandang sebagai persaingan antardaerah, tetapi sebagai upaya bersama memperbanyak nama kopi Flores yang dikenal di tingkat nasional sekaligus memperluas sumber pendapatan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....