UMKM Ende Didorong Perkuat Manajemen dan Digitalisasi

  • 10 Agt 2026 07:14 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Ende didorong memperkuat manajemen usaha, membangun kehadiran digital, serta mengelola transaksi dan data secara konsisten agar mampu naik kelas. Digitalisasi dinilai tidak harus dimulai dengan teknologi yang rumit, tetapi dari kebutuhan dasar yang mendukung perkembangan usaha.

Dosen Magister Manajemen Pascasarjana Uniflor, Dr. Mansyur Abdul Hamid, S.E., M.M., mengatakan hal tersebut saat diwawancarai Pro 1 RRI Ende dalam siaran Florata Pagi, Jumat 7 Agustus 2026. Menurutnya, perkembangan teknologi membuka peluang bagi UMKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.

Ia menjelaskan, langkah pertama yang perlu dilakukan pelaku UMKM adalah memperkuat fondasi usaha. Pelaku usaha perlu menata keuangan, mencatat transaksi, mengelola stok, dan menjaga kualitas produk agar siap menghadapi peningkatan permintaan.

Menurut Mansyur, promosi digital yang berhasil dapat mendatangkan lebih banyak pesanan dalam waktu singkat. Namun, peningkatan permintaan dapat menjadi persoalan apabila kapasitas produksi, ketersediaan bahan baku, dan kualitas produk tidak dipersiapkan dengan baik.

Langkah kedua adalah membangun kehadiran digital secara profesional melalui media sosial, WhatsApp Business, marketplace, foto produk, dan konten yang dibuat secara konsisten. Menurut Mansyur, promosi tidak seharusnya dilakukan hanya ketika pelaku usaha membutuhkan pembeli, tetapi menjadi bagian dari kegiatan bisnis sehari-hari.

“Produk harus terus diperkenalkan dengan cara yang kreatif dan inovatif agar semakin dikenal masyarakat,” ujarnya.

Langkah ketiga adalah mengelola transaksi dan data secara lebih tertib melalui pembayaran digital, pengaturan pengiriman, pelayanan pelanggan, serta evaluasi penjualan. Pencatatan transaksi dinilai penting agar pelaku usaha dapat mengetahui perkembangan bisnis dan menentukan strategi berdasarkan data.

Mansyur menambahkan, penggunaan pembayaran digital seperti QRIS dapat membantu transaksi menjadi lebih praktis dan terdokumentasi. Pelaku UMKM juga perlu merespons keluhan pelanggan dengan cepat karena kritik dan masukan konsumen dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas usaha.

Menurutnya, keberhasilan digitalisasi tidak cukup diukur dari jumlah pengikut di media sosial atau konten yang viral. UMKM perlu melihat peningkatan jumlah pelanggan, perluasan wilayah pemasaran, pertumbuhan penjualan, efisiensi operasional, serta loyalitas konsumen sebagai indikator perkembangan usaha.

Ia berharap pelaku UMKM di Ende tidak ragu memulai transformasi digital dari langkah sederhana dan dilakukan secara bertahap. Dengan manajemen yang rapi, pemasaran digital yang konsisten, serta pengelolaan transaksi yang baik, produk lokal Ende diharapkan mampu meningkatkan penjualan dan daya saing di pasar yang lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....