Rumah Tenun Milenial Adonara Tembus Pasar Internasional
- 05 Agt 2026 08:24 WIB
- Ende
Poin Utama
- Rumah Tenun Milenial di Adonara, Flores Timur, mengembangkan inovasi untuk menjaga keberlangsungan tenun ikat tradisional tanpa meninggalkan nilai budaya warisan leluhur.
- Komunitas yang dipimpin Mariana Tuto Demon lahir pada 2022 dari keprihatinan terhadap berkurangnya jumlah penenun dan mulai ditinggalkannya motif-motif tradisional.
- Rumah Tenun Milenial tidak hanya memproduksi kain tenun tetapi juga memberdayakan perempuan dan generasi muda di Desa Nobo, Gayak, dan Boleng dengan brand Ria Collection sejak 2019.
RRI.CO.ID, Flores Timur - Rumah Tenun Milenial di Adonara, Kabupaten Flores Timur, terus mengembangkan inovasi untuk menjaga keberlangsungan tenun ikat tradisional tanpa meninggalkan nilai budaya yang diwariskan leluhur. Komitmen tersebut disampaikan Ketua Komunitas Rumah Tenun Milenial, Mariana Tuto Demon, dalam program UMKM Bicara yang disiarkan RRI, Selasa, 3 Agustus 2026.
Mariana mengatakan komunitas yang dibentuk pada 2022 itu lahir dari keprihatinan terhadap semakin berkurangnya jumlah penenun dan mulai ditinggalkannya motif-motif tradisional. Berawal dari usaha kecil dengan merek Ria Collection pada 2019, Rumah Tenun Milenial kini tidak hanya memproduksi kain tenun, tetapi juga memberdayakan perempuan dan generasi muda di Desa Nobo, Gayak, dan Boleng.
Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan terletak pada minat generasi muda mengenakan kain tenun, melainkan rendahnya ketertarikan untuk menjadi penenun. Karena itu, komunitas terus melakukan edukasi, memperkenalkan filosofi setiap motif dan warna kain, serta menunjukkan bahwa tenun merupakan identitas budaya sekaligus peluang usaha yang menjanjikan.
Untuk memperluas pasar, Rumah Tenun Milenial menghadirkan berbagai produk turunan seperti blazer, tas, dompet, gaun, aksesori, hingga cendera mata berbahan tenun. Promosi juga dilakukan melalui media sosial, partisipasi dalam festival, serta pendekatan langsung kepada masyarakat dengan menampilkan produk tenun dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
Mariana mengungkapkan produk Rumah Tenun Milenial telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia dan menembus pasar internasional, seperti Malaysia, Laos, Timor Leste, Prancis, Belgia, Jerman, Amerika Serikat, hingga Rusia. Menurutnya, peluang pasar tenun ikat masih sangat terbuka, namun diperlukan dukungan pemerintah dalam membuka akses ekspor, memperkuat promosi, serta memberikan pendampingan bagi pelaku UMKM.
Ia berharap semakin banyak masyarakat mencintai dan menggunakan produk tenun lokal karena setiap pembelian tidak hanya mendukung ekonomi penenun, tetapi juga menjaga kelestarian budaya. Mariana juga mengajak generasi muda untuk bangga mengenakan tenun sebagai identitas daerah sekaligus warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, filosofi, dan daya saing di pasar global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....